INFORIAL

Mobil Terbang Buatan Belanda Mulai Dijual 2018

Mobil terbang PAL-V. (Istimewa)Mobil terbang PAL-V. (Istimewa)

Perusahaan asal Belanda, PAL-V siap melepas mobil terbang pada 2018.

Harianjogja.com, RAAMSDONKSVEER  – Pengembang mobil terbang Personal Air and Land Vehicle (PAL-V) bakal segera merilis produk rancangannya pada 2018. Mobil terbang PAL-V adalah tipe gyrocopter roda tiga yang bisa ditumpangi dua orang.

Perusahaan yang berbasis di Raamsdonksveer, Belanda, telah mengembangkan mobil terbang ini selama bertahun-tahun. Kendaraan itu memiliki sertifikasi untuk dikendaraai di jalan maupun di udara.

“Mimpi semacam ini sudah ada sejak 100 tahun dari sekarang. Ketika pesawat pertama ditemukan, orang sudah berpikir ‘bagaimana jika saya berkendara di jalan?’,” Kata kepala penjualan PAL-V Markus Hess, seperti dilansir Dailymail, Minggu (18/6/2017).

Untuk mengendarai mobil terbang ini, pemilik memerlukan SIM mengemudi dan lisensi pilot. Kendati demikian, pemilik dimungkinkan untuk sekadar mengudara dalam jarak pendek dari satu tempat ke tempat lain.

PAL-V mengungguli para pesaingnya yang juga berupaya mengembangkan mobil terbang di Republik Ceko, Slowakia, Jepang, China dan Amerika Serikat.

Perakitan final PAL-V akan dimulai pada bulan Oktober tahun ini dan perusahaan tersebut berusaha menjadi perusahaan pertama yang memperoduksi mobil terbang secara komersial.

PAL-V menggunakan dua mesin bertenaga 100 tenaga kuda yang menggunakan bahan bakar bensin tanpa timbal. Kendaraan itu bisa mengudara sejauh 400-500 kilometer pada ketinggian 3.500 meter.

Saat melaju di jalan, PAL-V memiliki kecepatan tertinggi sekitar 170 kilometer per jam.

Pada 2019, perusahaan itu menargetkan bisa memproduksi sekitar 50 sampai 100 unit kendaraan, kemudian akan melipatgandakan produksinya hingga ratusan unit pada 2020.

Namun mobil terbang ini tidak lah murah, Edisi pertama PAL-V Liberty dijual 499.000 euro (Rp7,4 miliar). Sedangkan Liberty PAL-V versi paling murah yang akan diproduksi di masa mendatang akan dijual 299.000 euro (Rp 4,4 miliar).

Perusahaan tersebut menegaskan bahwa PAL-V bukan sebuah helikopter yang baling-balingnya digerakkan oleh mesin. Ini adalah gyroplane di mana baling-baling berputar berkat aliran udara.

Bahkan jika kedua mesin berhenti, baling-balingnya akan tetap berputar. “Kalaupun Anda melaju dengan kecepatan nol, itu akan terus berputar dan Anda tidak akan terjatuh dari udara,” pungkas Hess.

Editor: | dalam: Roda 4 |
Menarik Juga »