INFORIAL

MUDIK LEBARAN 2017
Polisi Fokus Pantau Jalur Tol Purworejo-Wilangan di Madiun

Sebanyak 488 personel gabungan mengikuti Apel Gelar Pasukan Operasi Ramadniya Semeru 2017 di Alun-alun Kabupaten Mejayan, Senin (19/6/2017). (Istimewa/Polres Madiun)Sebanyak 488 personel gabungan mengikuti Apel Gelar Pasukan Operasi Ramadniya Semeru 2017 di Alun-alun Kabupaten Mejayan, Senin (19/6/2017). (Istimewa/Polres Madiun)

Mudik Lebaran 2017, sebanyak 488 personel gabungan disiagakan dalam Operasi Ramadniya Semeru 2017.

Harianjogja.com, MADIUN — Sebanyak 488 personel gabungan disiagakan selama Operasi Ramadniya Semeru 2017 di Kabupaten Madiun. Salah satu titik fokus pengamanan dalam operasi tersebut adalah fungsional jalur tol Purworejo-Wilangan sebagai jalur alternatif arus mudik Lebaran 2017.

Kapolres Madiun, AKBP I Made Agus Prasetya, mengatakan Operasi Ramadniya Semeru digelar selama 16 hari mulai Senin (19/6/2017) hingga Selasa (4/7/2017). Dia menuturkan fokus utama Operasi Ramadniya pada tahun ini yaitu pengoperasian jalan tol Purworejo-Wilangan sepanjang 18 km.

“Jalan tol ini akan digunakan setiap hari selama Operasi Ramadniya mulai pukul 06.00 WIB hingga 17.00 WIB. Dalam operasi ini kami menerjunkan 488 personel terdiri dari unsur Polri, TNI, Pemkab Madiun,” jelas dia saat Apel Gelar Pasukan Operasi Ramadniya Semeru 2017 di Alun-alun Kabupaten Mejayan, Senin (19/6/2017).

Agus menuturkan dengan dibukanya tol diharapkan dapat mengurangi kemacetan lalu lintas hingga 30%. Penggunaan jalan tol tersebut hanya pada siang hari, sedangkan pada malam hari pemudik hanya bisa menggunakan jalur utama Ngawi-Madiun-Nganjuk.

“Kami juga menyediakan beberapa titik pemantauan pengamanan yang lengkap dengan toilet portabel dan musala. Ini untuk kenyamanan pada pemudik yang melewati jalur Madiun,” ujar dia dalam siaran pers yang diterima Madiunpos.com.

Untuk mengantisipasi pemudik yang kehabisan BBM saat perjalanan di jalan tol, kata dia, telah disediakan SPBU mobile yang mulai beroperasi dari pintu masuk hingga pintu keluar tol. Sedangkan untuk area istirahat disediakan 1 pos pelayanan di Saradan, lima titik pos pengamanan, 12 pos pantau, dan area istirahat di seluruh polsek dan koramil di sepanjang jalur utama mudik Lebaran.

Bupati Madiun, Muhtarom, mengatakan ada tiga poin utama yang menjadi perhatian pemerintah menjelang Lebaran, yaitu stabilitas harga pangan, kondisi keamanan ketertiban masyarakat, dan kelancaran serta kenyamanan arus mudik dan arus balik.

“Saya berharap seluruh personel bisa memberikan pelayanan secara all out. Perhatikan titik rawan laka dan rawan macet utamanya pada puncak arus mudik yaitu H-2 dan puncak arus balik pada H+5,” terang Muhtarom.

Editor: | dalam: Madiun |
Menarik Juga »