Penguatan Keluarga Butuh Sinergi Banyak Pihak

Ilustrasi keluarga mengendarai mobil. (Istimewa)

Butuh sinergi banyak pihak, salah satunya perguruan tinggi dalam penguatan peran keluarga terkait tugas pengasuhan anak.

Harianjogja.com, SOLO—Hal itu mengemuka dalam Seminar bertema Penguatan Peran Keluarga dalam Pengasuhan Anak yang diselenggarakan Institut Islam Mambaul’ulum (IIM) Solo bekerja sama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) di Kampus IIM Solo, Sabtu (8/7/2017).

Kegiatan tersebut menghadirkan beberapa narasumber, di antaranya anggota Komisi VIII DPR, Endang Maria Astuti; Kepala Bidang Lingkungan Ramah Anak KPPPA, Sri Martani Wahyu Widayati; dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sragen, Ngatmin Abbas; serta dosen dari IIM Solo, Amir Mahmud.

Endang Maria Astuti mengemukakan secara sosiologis, keluarga diartikan sebagai lembaga pengasuhan. Di dalamnya ada pemberian kasih sayang dan pendidikan. Melalui keluarga, anak mengasah kemampuan fisik, intelegensi, mental, sosial, emosional, maupun spiritualnya.

“Setidaknya ada empat fungsi keluarga yaitu reproduksi, psikologis, sosial, dan pendidikan,” jelas dia. Dalam pengasuhan anak harus memerhatikan aspek strategis, di antaranya fisik, perkembangan psikis dan mental, serta aspek keamanan anak.

Sementara itu, menurut Sri Martani Wahyu Widayati, perlu peran pemerintah dalam menguatkan keluarga menjalankan tugas pengasuhan. Sinergi dengan banyak pihak adalah syarat lainnya. “Salah satunya lembaga perguruan tinggi,” ungkap Martani. KPPPA selama ini, imbuh dia, berperan sebagai negara yang menghargai orang tua dalam melakukan peran keluarga.

Sedangkan Ngatmin Abbas mengatakan keluarga menjadi poros utama dan peran perempuan sangat luar biasa. “Dilihat dari sisi politik, peran dan porsi perempuan telah diatur dalam regulasi,” kata dia. Amir Mahmud menambahkan perjuangan kesetaraan gender politik harus terus-menerus diperjuangkan dalam penguatan peran keluarga.

Editor: | dalam: Relation |
Menarik Juga »