WIMBLEDON 2017
Venus Jumpa Muguruza, Aroma Balas Dendam Kentara

Garbine Muguruza (REUTERS/Tony O'Brien)

Wimbledon 2017 akan menyajikan Venus Williams vs Garbine Muguruza di babak final.

Harianjogja.com, LONDON — Dua tahun lalu Garbine Muguruza punya harapan besar memenangi turnamen Wimbledon untuk kali pertama. Masih berusia 21 tahun, kehadiran Muguruza di final Wimbledon saat itu memang menjadi kejutan besar. Namun perjuangannya menjadi antiklimaks setelah ditaklukkan Serena Williams 4-6, 4-6.

Tahun ini petenis Spanyol itu giliran berjumpa kakak Serena, Venus Williams, dalam partai puncak Wimbledon di All England Tennis Club, Sabtu (15/7/2017) malam WIB. Pertemuan itu tentu menjadi peluang bagi Muguruza untuk membalas dendam pada Williams bersaudara. Petenis yang kini berusia 23 tahun ini tak lagi menjadi underdog karena kekuatannya relatif berimbang dengan Venus.

“Ini kesempatan besar. Luar biasa bisa sampai di final yang lain. Saya kalah dua tahun lalu, tapi saya menatap ke depan untuk mengubah hal itu,” ujar Muguruza seperti dilansir Express, Jumat (14/7/2017).

Muguruza melangkah ke final setelah menang mudah atas petenis kejutan asal Slovakia, Magdalena Rybarikova 6-1, 6-1. Sebelumnya juara French Open 2016 itu sukses membenamkan juara dunia Angelique Kerber di babak keempat dan unggulan ketujuh Svetlana Kuznetsova di perempatfinal.

Muguruza mengaku lebih tenang di final grand slam ketiganya akhir pekan ini meski harus menghadapi Venus yang punya sejarah bagus di Wimbledon. Venus mampu mereguk lima titel juara dari delapan finalnya di turnamen grand slam bergengsi itu.

“Venus menang lima kali di sini. Dia tahu bagaimana bermain di final Wimbledon. Namun kondisi sudah sangat berbeda dibanding dua tahun lalu. Ini akan menjadi final yang historis,” ucap petenis unggulan 14 itu.

Namun Venus yang menjadi unggulan 11 jelas tak akan memberi “karpet merah” bagi Muguruza. Usianya yang mencapai 37 tahun terbukti tak mengurangi kualitas Venus untuk memenangi gelar Wimbledon pertamanya sejak tahun 2008. Petenis unggulan dengan usia muda seperti Ana Konjuh, Jelena Ostapenko dan Johanna Konta bergiliran ditaklukkan Venus untuk mencapai fase final.

“Saya sangat antusias [menyambut final], tapi saya masih sangat fokus. Masih banyak hal yang perlu dilakukan untuk meraih titel selanjutnya,” tutur Venus seperti dilansir Wimbledon.

Perjalanan Venus mencapai final memang cukup prima. Petenis Amerika Serikat ini hanya kehilangan satu set yakni saat melawan petenis Tiongkok, Qiang Wang, di babak kedua. Pengalaman Venus yang telah 20 kali ikut serta di Wimbledon bisa menjadi pembeda di final akhir pekan ini.

“Pengalaman bisa berpihak kepadamu atau justru melawanmu. Saya pikir kali ini [pengalaman] berpihak untukku,” ujar Venus.

Editor: | dalam: Raket |
Menarik Juga »