HUT SUKOHARJO
Atraksi Marching Band AAU Bikin Penonton Berdecak Kagum

Anggota marching band Gita Dirgantara beratraksi di kirab budaya HUT ke-71 Sukoharjo, Senin (17/7/2017). (Bony Eko Wicaksono/JIBI/Solopos)Anggota marching band Gita Dirgantara beratraksi di kirab budaya HUT ke-71 Sukoharjo, Senin (17/7/2017). (Bony Eko Wicaksono/JIBI/Solopos)

Kelompok marching band AAU menunjukkan atraksi menarik di kirab budaya HUT ke-71 Sukoharjo.

Harianjogja.com, SUKOHARJO — Empat anggota marching band memainkan bass drum di Jl. Jenderal Sudirman mulai dari Kantor Setda Sukoharjo sampai Rumah Dinas Bupati Sukoharjo. Mereka memakai kostum burung elang lengkap dengan helm penerbang.

Mereka membolak-balikkan alat musik sambil berjoget dengan cekatan. Pagi itu, Senin (17/7/2017), marching band Gita Dirgantara asal Akademi Angkatan Udara (AAU) unjuk gigi saat kirab budaya memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 Sukoharjo.

Di depan panggung kehormatan, para taruna AAU itu melakukan atraksi yang mengundang decak kagum para penonton. Komposisi anggota marching band terdiri atas pemain snare drum, tenor drum, bass drum, bellyra, dan tuba.

Mereka membawakan lagu-lagu kebangsaan Indonesia. Tak berapa lama kemudian, para pemain bass drum menampilkan atraksi dengan menumpuk alat musik itu.

Seorang stickmaster atau penata rama menaiki dan berdiri di bass drum. Dia melakukan atraksi dengan memutar-memutar tongkat yang memukau penonton.

Penampilan marching band Gita Dirgantara merupakan kali kedua saat kirab budaya HUT Sukoharjo. Pada 2016, marching band itu juga memeriahkan kirab budaya HUT Sukoharjo.

Kirab budaya peringatan HUT Sukoharjo diikuti belasan kelompok seni dan budaya yang mewakili masing-masing kecamatan. Misalnya, kelompok seni reog dan tarian tradisional.

“Kirab budaya cenderung monoton, tak berbeda jauh dibanding event serupa tahun lalu. Kelompok seni yang tampil ya itu-itu saja,” kata Ketua Omah Tulis Sukoharjo, Bambang Hermanto.

Bambang menceritakan peringatan HUT Sukoharjo pada 10 tahun lalu. Kala itu, para pegiat seni dan budaya di Sukoharjo dilibatkan langsung dalam pesta kesenian mulai dari Simpang Lima Sukoharjo atau Proliman hingga kantor Bank Jateng.

Mereka menampilkan berbagai atraksi seni dan budaya pada sore hari hingga larut malam. Hal ini tak dijumpai lagi selama beberapa tahun ini. Bambang meyakini apabila seluruh pegiat seni dan budaya dirangkul niscaya gaung kirab budaya bisa menandingi Kota Solo.

“Saya berharap semua pegiat seni dan budaya dilibatkan pada kirab budaya HUT Sukoharjo pada masa mendatang. Potensi seniman dan budayawan di Sukoharjo cukup besar,” terang dia.

Sementara itu, Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, mengatakan program pembangunan selama setahun yang direncanakan dapat terwujud. Pembangunan infrastruktur dilakukan hingga perdesaan untuk menopang percepatan pembangunan di desa.

Hal ini bakal berimplikasi pada peningkatan investasi di Sukoharjo pada masa mendatang. Para calon investor melirik sejumlah lokasi di Kabupaten Jamu untuk menanamkan modal.

Kegiatan kirab budaya dihadiri para unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) Sukoharjo. Mereka memakai busana adat Jawa yakni beskap dan jarit serta belangkon.

Rangkaian kegiatan HUT Sukoharjo dilanjutkan dengan sidang paripurna istimewa di Gedung DPRD Sukoharjo. Saat itu, Wardoyo menyerahkan Petikan PP No. 16/1946 tentang Hari Lahir Kabupaten Sukoharjo kepada Ketua DPRD Sukoharjo, Nurjayanto.

 

Editor: | dalam: Sukoharjo |
Menarik Juga »