LALU LINTAS SOLO
Banyak Ortu Antar Anak Sekolah Pakai Mobil, Jalanan Solo Macet

Ilustrasi kemacetan arus lalu lintas (JIBI/Semarangpos.com/Dok.)Ilustrasi kemacetan arus lalu lintas (JIBI/Semarangpos.com/Dok.)

Lalu lintas Solo, jalanan Solo macet pada pagi hari pertama masuk sekolah, Senin.

Harianjogja.com, SOLO — Sejumlah ruas jalan di Kota Bengawan macet akibat terdampak aktivitas masyarakat atau orang tua yang mengantarkan anak mereka pergi ke sekolah pada hari pertama masuk setelah libur panjang, Senin (17/7/2017) pagi.

Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Solo, Sri Baskoro, mendapati sejumlah ruas jalan di Kota Solo, seperti Jl. dr. Moewardi, Jl. M.T. Haryono, Jl. Yosodipuro, Jl. Arifin, Jl. Sugiyopranoto, Jl. Jawa, Jl. Monginsidi, dan sejumlah jalan lainnya macet pada Senin pagi.

Dia menyebut kemacetan itu dipicu aktivitas para orang tua yang ramai-ramai mengantarkan anak mereka pergi ke sekolah dengan menggunakan mobil. “Para orang tua jangan mengantar anak pergi ke sekolah pakai mobil semua. Akibatnya, jalanan jadi macet seperti hari ini [Senin]. Misalnya di Kota Barat, saya melihat cukup banyak orang tua yang menunggu anak mereka di depan sekolah. Mereka tidak langsung pergi setelah anak-anak masuk. Beberapa dari mereka bahkan kedapatan parkir sembarangan sehingga mengganggu arus lalu lintas. Permasalahannya di ruas jalan lain juga sama,” kata Baskoro saat ditemui Solopos.com di Kantor Dishub Solo, Senin.

Baskoro menyampaikan Dishub kali ini memaklumi kemacetan itu sebagai dampak aktivitas para orang tua mengantar anak mereka masuk sekolah di hari pertama. Dishub telah mengerahkan personel untuk mengatur dan mengurai kemacetan di sejumlah lokasi.

Dia menyebut petugas Dishub sementara ini juga memberikan toleransi kepada para orang tua murid yang parkir sembarangan di sekitar sekolah. Petugas hanya memberikan pemahaman tanpa menjatuhkan sanksi kepada pemilik kendaraan yang melanggar aturan. Namun setelah ini, kelonggaran itu bakal dicabut.

Baskoro meminta para orang tua dan otoritas sekolah mulai mengenalkan kepada anak-anak tentanglayanan transportasi umum di Solo. Dengan begitu, para orang tua tidak perlu lagi mengantar anak mereka menggunakan kendaraan masing-masing.

Dia menyebut anak-anak usia SMP ke atas bisa memanfaatkan layanan angkuta maupun bus Batik Solo Trans (BST). Sedangkan anak-anak usia TK sampai SD bisa diantar jemput menggunakan mobil yang disediakan sekolah sehingga mereka tidak perlu diantar orang tua masing-masing.

“Kami berharap ada layanan antar jemput khusus dari sekolah. Pihak sekolah bisa menggunakan mobil Elf yang berukuran sedang atau sekalian bus yang berukuran besar. Harus diusahakan adanya layanan tersebut. Sekolah bukan hanya menarik uang gedung. Tapi juga bisa berbincang dengan orang tua murid soal penyediaan layanan transportasi. Sistem operasionalnya mudah. Murid-murid harus kumpul di suatu lokasi, nanti dijemput mobil sekolah. Mobil tidak perlu sampai jemput ke rumah-rumah siswa,” jelas Baskoro.

Kasi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dishub Solo, Ari Wibowo, juga menyebut sejumlah ruas jalan di Kota Solo padat pada hari pertama masuk sekolah tahun ajaran 2017/2018. Banyak orang tua murid yang ingin mengantarkan anak-anak mereka pergi ke sekolah baru setelah naik jenjang.

Dia mengusulkan sekolah-sekolah membuat konsep keterpaduan car sharing untuk menjemput anak sekolah. “Jadi anak-anak yang tinggal berdekatan bisa berangkat bersama. Satu mobil bisa angkut tiga sampai empat anak. Jangan satu mobil untuk mengantar satu anak. Jalanan kota di sekitar sekolah bisa macet jika seperti itu. Selain itu, orang tua atau masyarakat bisa juga menerapkan konsep motorcycle sharing. Jadi anak diboncengkan kepada tetangga yang berangkat di jalur yang sama. Khusus bagi yang dekat dengan sekolah, bisa mendorong anak-anak menggunakan sepeda,” jelas Ari.

 

Editor: | dalam: Solo |
Menarik Juga »