INFORIAL

LALU LINTAS JOGJA
Pemkot Berharap Perlintasan Lempuyangan Tidak Ditutup

030812_JOGJA_Pintu Perlintasan kereta api rusak_SUR 04

Lalu lintas Jogja, jalur perlintasan Lempuyangan rencana akan ditutup.

Harianjogja.com, JOGJA — Pemerintah Kota Jogja, melalui Dinas Perhubungan, berharap rencana penutupan jalur perlintasan kereta api Lempuyangan ditunda sementara waktu karena hal tersebut dikhawatirkan membuat volume kendaraan di Jalan Dr. Sutomo semakin padat. Namun, jika memang harus ditutup, maka Jalan Lempuyangan akan dibuat dua arah.

“Kalau jalur perlintasan kereta api Lempuyangan ditutup, kami khawatir kendaraan yang datang dari arah Jalan Kompol Bambang Suprapto akan beralih ke Jalan Dr. Sutomo karena Jalan Lempuyangan, kan, satu arah [ke timur]. Padahal Jalan Dr Sutomo sudah cukup padat.” kata Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Jogja Golkari Made Yulianto saat ditemui diruangannya, Jumat (11/8/2017).

Dari hasil kajian yang dilakukan Dinas Perhubungan Kota Jogja pada tahun 2015, Volume-Demand-to-Capacity Ratio (V/C Ratio) Jalan Dr Sutomo adalah 0,93 dengan rata-rata kecepatan kendaraan kurang dari 35 kilometer/jam.

V/C Ratio adalah perbandingan antara volume kendaraan dengan kapasitas suatu jalan raya. Jika nilai V/C Ratio sebuah jalan sudah diatas 0,75, itu berarti kinerja jalan sudah mulai memburuk. Padat tapi masih lancar. Sedangkan jika nilainya sudah satu, maka kinerja jalan bisa dikatakan buruk.

“Kapasitas Jalan Dr Sutomo sudah hampir melewati batas, kalau nanti semua kendaraan mengarah ke sana akan semakin padat. Apalagi perilaku masyarakat masih belum tertib. Kadang-kadang mereka putar balik, padahal kami sudah memasang rambu larangan,” jelas Golkari Made Yulianto.

Editor: | dalam: Kota Jogja |
Menarik Juga »