INFORIAL

TAHUKAH ANDA?
Kalkulator Pertama Digunakan di Tiongkok

Kalkulator kuno (wikipedia)Kalkulator kuno (wikipedia)

Tahukah Anda? Di mana kalkulator pertama digunakan.

Harianjogja.com, SOLO — Abad ke-17 menandai awal sejarah alat hitung atau kalkulator dengan ditemukannya mesin pertama kalkulator Pascal pada tahun 1642 lalu.

Blaise Pascal telah menciptakan sebuah mesin yang dapat melakukan perhitungan yang sebelumnya hanya dapat dilakukan oleh manusia secara manual.

Jika kalkulator ditemukan pada 1642 lalu, sebelumnya lembaran tipis bambu terdaftar di Guinness Book of World Records sebagai alat perhitungan desimal pertama di dunia. Beberapa waktu lalu sebanyak 21 lembaran tipis bambu diperkirakan berasal dari tahun 305 SM selama Periode Warring States ditampilkan ke masyarakat umum.

Tiap lembaran berukuran panjang 43,5 sentimeter dan lebar 1,2 sentimer. Satu set potongan bambu tersebut diketahui telah digunakan lebih dari 2.300 tahun yang lalu.

Melansir dari Liputan6.com, Senin (24/7/2017), orang-orang pada masa tersebut diperkirakan terbiasa melakukan perhitungan. Dengan menggunakan kalkulator sederhana itu orang-orang dapat melipatgandakan dan membagi dua bilangan bulat di bawah 100 dan pecahan tertentu.

Kalkulator desimal tersebut disumbangkan oleh alumni Universitas Tsinghua pada tahun 2008. Kalkulator yang memiliki 21 slip lebih menonjol dibanding yang lainnya karena satu-satunya yang ditulis dengan angka dalam huruf Cina kuno. Li Xueqin, seorang ahli di Universitas Tsinghua mengatakan bahwa kalkulator desimal rupanya tidak digunakan oleh masyarakat di negara-negara Eropa sampai abad ke-15.

“Potongan bambu itu mungkin dahulunya dimanfaatkan untuk perdagangan atau untuk menghitung luas permukaan petak tanah,” kata dia.

Slip bambu tersebut telah digambarkan sebagai dokumen matematika paling awal di Tiongkok. Sebelum dikatakan oleh Guinness sebagai alat perhitungan desimal pertama di dunia, lembaran bambu tersebut sebelumnya dijuluki sebagai artefak paling awal di dunia dari tabel perkalian desimal oleh sejarawan matematika asal Amerika.

Editor: | dalam: Sains |
Menarik Juga »