INFORIAL

Jumlah Korban First Travel di Soloraya Mencapai 500 Orang

Warga menunggu mengurus refund terkait permasalahan umrah promo di Kantor First Travel, Jakarta Selatan, Rabu (26/7/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Sigid Kurniawan)Warga menunggu mengurus refund terkait permasalahan umrah promo di Kantor First Travel, Jakarta Selatan, Rabu (26/7/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Sigid Kurniawan)

Jumlah warga Soloraya yang menjadi korban First Travel mencapai ratusan orang.

Harianjogja.com, SOLO — Jumlah korban biro perjalanan ibadah First Travel di Soloraya mencapai ratusan orang. Saat ini sudah ada sekitar 500 orang korban First Travel di Soloraya yang terpantau Persaudaraan Pengusaha Travel Umrah Haji Indonesia (Perpuhi).

Ketua Perpuhi Solo, Her Suprabu, mengatakan berdasarkan informasi yang masuk ke pengurus Perpuhi Solo, ada sejumlah calon peserta ibadah umrah atau haji yang berkonsultasi ke beberapa biro perjalanan anggota Perpuhi.

Para korban berharap dapat diberangkatkan melalui biro-biro anggota Perpuhi yang mereka datangi. “Dari informasi yang masuk, jumlahnya [korban First Travel] sekitar 500 orang,” kata dia saat dihubungi Solopos.com, Sabtu (12/8/2017).

Diperkirakan masih ada korban lain yang belum terpantau. Her mengatakan rata-rata korban sudah menyetorkan uang ke First Travel sejak 1-1,5 tahun lalu dengan nilai sekitar Rp14,5 juta per orang. “Ada yang lebih dan rata-rata dijanjikan berangkat musim umrah tahun lalu,” kata dia.

Namun, hingga musim umrah berakhir mereka belum diberangkatkan. Setelah para korban First Travel tersebut melakukan konsultasi, dari biro anggota Perpuhi pun belum dapat memberangkatkan mereka.

Masih ada beberapa persoalan yang harus diselesaikan. “Posisi saat ini belum diberangkatkan. Kendalanya adalah biaya dan dokumen [termasuk paspor] yang tertahan [di First Travel],” kata dia.

Editor: | dalam: Solo |
Menarik Juga ยป