TIPS KELUARGA
Ajari Anak Kenali Anggota Tubuh

Foto ilustrasi: Agar anak tak menjadi korban pelecehan seksual, orang tua perlu memberikan sex education kepada anak. (familiyeducation.com)Foto ilustrasi: Agar anak tak menjadi korban pelecehan seksual, orang tua perlu memberikan sex education kepada anak. (familiyeducation.com)

Tips keluarga kali ini membahas cara menghindarkan anak dari pelecehan seksual.

Harianjogja.com, SOLO –– Agar anak tidak menjadi korban pelecehan seksual, orang tua perlu melakukan tindakan preventif. Ketua Komunitas Peduli Perempuan dan Anak (KPPA) Benih Solo, Vida Robi’ah Al Adawiyah, mengatakan beberapa langkah yang bisa dilakukan orang tua sebagai bentuk upaya preventif agar anak tidak menjadi korban pelecehan seksual.

Pertama, harus bisa menjadi teman bagi anak. Teman artinya tempat kembali yang nyaman. Kebanyakan orang tua sudah tidak menjalin komunikasi yang baik saat anak berusia 5-14 tahun. Padahal, dengan komunikasi yang baik anak akan nyaman bercerita kepada orang tua tentang apa saja.

Kedua, harus memberikan pendidikan seks kepada anak, tentang menghargai tubuh mereka dan menjadikan aurat sebagai indikator kehormatan. Orang tua bisa mengajarkannya sejak anak bisa diajak berkomunikasi.

“Anak harus diajari rasa malu. Kebiasaan menggunakan celana dalam di rumah sebenarnya kebiasaan yang kurang baik karena secara psikis anak akan menganggap itu sebagai sesuatu yang biasa,” ujarnya saat dihubungi Harianjogja.com, belum lama ini.

Ketiga, harus memilihkan lingkungan pergaulan yang baik. Tidak bisa menyerahkan pola pendidikan kepada sekolah, pesantren, embah atau pihak lain sepenuhnya. Orang tua hendaknya tidak membiasakan anak melihat video di Youtube atau Internet.

Keempat, memfasilitasi potensi yang dimiliki anak, agar anak tidak cari perhatian (caper), karena terbiasa berkegiatan positif di rumah. Kelima, peran ayah sangat penting bagi anak laki-laki dan perempuan. Hal-hal seperti mental, pertahanan hanya bisa diajarkan seorang ayah.

Vida mengingatkan, ayah adalah kekasih pertama bagi anak perempuan dan pahlawan bagi anak laki-laki. Bagi anak perempuan, pujian dari sang ayah sangatlah berharga. Misalnya, ayah memuji kecantikan putri kecilnya kemudian meminta sang putri menjaga aurat tersebut dari orang lain.

“Afirmasi sangat dibutuhkan. Efek psikis pujian tersebut bisa membuat sang anak berusaha menjaga dirinya,” kata dia.

Keenam, anak harus diajari berani melawan upaya pelecehan. Kasus pelecehan seksual akhir-akhir ini tak hanya menimpa anak perempuan, tetapi juga anak laki-laki.

Pengamat pendidikan DIY, Wuryadi menambahkan lewat komunikasi yang terbuka, orang tua dapat mengajarkan soal pelaku kejahatan seksual. “Bentuk komunikasi yang terbuka bisa mengontrol anak,” katanya.

Editor: | dalam: Relation |
Menarik Juga »