KEBAKARAN KEDIRI
Terdengar Letusan, Warung di Gunung Klotok Ludes Terbakar

Ilustrasi kebakaranIlustrasi kebakaran (Dok/JIBI/Solopos)

Kebakaran Kediri terjadi di perbukitan Gunung Klotok.

Harianjogja.com, KEDIRI — Kebakaran melanda sebuah warung di pusat jajanan areal perbukitan Gunung Klotok, Kota Kediri, Rabu (6/9/2017) petang. Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Kediri langsung menerjunkan mobil pemadam kebakaran untuk memadamkan api.

“Kami mendapatkan laporan adanya warung yang terbakar di jalan tembus lebak tumpang tersebut. Api terjadi di warung Pak Karno. Saat itu, warung ditinggal pulang pemiliknya,” kata Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban (Trantip) Satpol PP Kota Kediri Nurkamid di Kediri, Rabu malam.

Ia mengatakan api diketahui muncul dari warung tersebut oleh Seger, pemilik warung sebelah yang awalnya mendengar ada suara letusan lalu disusul munculnya api. “Ternyata warung sudah terbakar. Saat itu, api sudah menjalar hingga ke area kebun,” kata dia.

Nurkhamid mengaku belum mengetahui dengan persis penyebab kebakaran tersebut serta kerugian yang diderita pemilik warung yang lokasinya di areal perbukitan Gunung Klotok, Kota Kediri, tersebut. Dari laporan yang masuk, di dalam warung diperkirakan ada benda benda elektronik. Namun, saat ini tim juga masih berupaya menyelidikinya.

Proses pemadaman api, lanjut dia, awalnya dilakukan secara manual. Petugas dari pemadam kebakaran masih perjalanan ke lokasi saat api merambat dan mulai besar. Pemadaman melibatkan warga setempat serta Babinsa (Bintara Pembina Desa TNI-AD) yang juga datang ke lokasi.

Setelah beberapa saat, mobil pemadam kebakaran akhirnya datang dan api berhasil dipadamkan. Barang-barang di dalam warung juga tidak bisa diselamatkan, seperti barang elektronik dan beragam barang dagangan.

Kepala BPBD Kota Kediri Syamsul Bahri mengimbau warga berhati-hati terhadap musibah kebakaran. Selain bisa membahayakan diri sendiri, musibah itu juga bisa melukai orang lain. Di Kediri, musibah kebakaran mayoritas terjadi pada rumah atau bangunan, sementara yang lahan sangat jarang.

Dia menyebut penanganan bencana bisa dilakukan oleh siapa saja, termasuk ibu-ibu. Untuk itu, mereka harus diberi pengetahuan untuk memahami pentingnya penanganan bencana kebakaran, termasuk teknik memadamkan api.

Editor: | dalam: Madiun |
Menarik Juga »