INFORIAL

WISATA JOGJA
Taman Pintar Punya Wahana Baru, Zona Jelajah Menara Eiffel

Duta Besar Perancis untuk Indonesia, Jean-Charles Berthonnet (kiri) meninjau Zona Jelajah Menara Eiffel di Taman Pintar Jogja, Senin (11/9/2017). (I Ketut Sawitra Mustika/JIBI/Harian Jogja)Duta Besar Perancis untuk Indonesia, Jean-Charles Berthonnet (kiri) meninjau Zona Jelajah Menara Eiffel di Taman Pintar Jogja, Senin (11/9/2017). (I Ketut Sawitra Mustika/JIBI/Harian Jogja)

Taman Pintar kembali menghadirkan zona baru, yakni Zona Jelajah Menara Eiffel

Harianjogja.com, JOGJA –Taman Pintar kembali menghadirkan zona baru, yakni Zona Jelajah Menara Eiffel. Keberadaan zona ini diharapkan bisa memberikan pencerahan kepada masyarakat mengenai berbagai misteri yang menyelimuti Menara Eiffel, baik dari sisi sejarah maupun kontruksinya.

Duta Besar Perancis untuk Indonesia, Jean–Charles Berthonnet mengatakan, kehadiran Zona Jelajah Menara Eiffel sangat tepat karena ia melihat publik Indonesia begitu tertarik dengan menara yang dijuluki sebagai Ibu Besi itu. Hal ini terbukti dari banyaknya poster dan replika Menara Effiel yang dimiliki oleh orang Indonesia, khususnya generasi muda.

“Saat saya datang pertama kali ke negeri anda yang indah ini, saya menyadari Menara Eiffel sangat menari minat anak muda. Dengan adanya wahana ini publik nanti bisa mengatahui misteri Menara Eiffel, baik dari segi sejarah maupun konstruksi,” katanya saat peresmian Zona Jelajah Menara Effiel, Senin (11/9/2017).

Ia menceritakan menara tersebut selesai dibangun pada tahun 1889 untuk memperingati seratus tahun Revolusi Perancis. Ketika itu, Pemerintah Perancis menyiapkan Menara Eiffel sebagai salah satu peserta dari pameran mahakarya dunia sejagad atau l’Exposition Universelle di Paris.

Karena dibuat untuk pameran, simbol kota Paris itu, awalnya tidak dibuat menjadi permanen, melainkan hanya 20 tahun saja. Tapi akhirnya menara tidak jadi diruntuhkan karena publik kadung kepincut dan memanfaatkannya sebagai pemancar sinyal radio. “Sejak saat itu Menara Eiffel terus menyinari Paris dan Perancis serta menjadi simbol yang sangat penting,” jelasnya.

Lebih jauh Jean–Charles Berthonnet menjelaskan, Menara Eiffel bukan hanya sekedar tempat wisata belaka, namun dibaliknya terdapat sisi keilmuan yang menarik untuk digali.

Ia menceritakan, Arsitek Menara Eiffel, Gustave Eiffel memanfaatkan banyak unsur sains seperti struktur konstruksi, meterologi dan aerodinamika dalam pembangunannya. Maka tak heran, imbuhnya, landmark Kota Paris tersebut bisa bertahan hingga lebih dari 100 tahun.

Sebagai informasi, Menara Eiffel mulai dibangun pada tanggal 28 Januari 1887 dan selesai pada tanggal 31 Maret 1889. Pembangunan membutuhkan waktu selama dua tahun, dua bulan dan lima hari. Menara Eiffel memiliki bobot 10.000 ton jika komponen non besi juga ikut dihitung. Terhitung sudah lebih dari 200 juta orang berkunjung ke Ibu Besi sejak pertama kali diresmikan.

Zona Jelajah Menara Eiffel sendiri hadir berkat kerja sama antara Pemerintah Kota Jogja dengan Institut Francais Indonesia (IFI) yang merupakan representasi Pemerintah Perancis. Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi berharap keberadaan zona tersebut dapat memperkuat kerja sama antara Indonesia dan Perancis, khususnya di bidang pendidikan dan kebudayaan.

Heroe mengatakan, Zona Jelajah Menara Eiffel nantinya tidak hanya akan memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai Menara Eiffel saja, tapi juga Perancis.

“Keberadaan Zona Jelajah Menara Eiffel nantinya tidak hanya memberikan informasi yang lebih lengkap mengenai Menara Eiffel beserta sejarah konstruksi serta pembangunannya, tetapi juga mengenai Kota Paris dan highlight mengenai budaya, seni, industri dan teknologi yang ada di negara Perancis,” tuturnya.

Zona Jelajah Menara Eiffel berada di gedung Kotak Lantai dua Taman Pintar. Para pengunjung akan disuguhi gambaran tentang Menara Eiffel yang mendekati aslinya, dari mulai proses pembangunan hingga bangunan selesai.

Memasuki zona, pengunjung akan disambut dengan penggambaran bernuansa Menara Eiffel, foto tahapan pembangunan, sejarahnya serta proyektor yang berisi pengetahuan tentang menara Eiffel.

Editor: | dalam: Kota Jogja |
Menarik Juga »