INFORIAL

3 Kecelakaan Karambol di Semarang Kurang dari 24 Jam, Terkait Sura?

Bus yang terlibat kecelakaan lalu lintas di Jl. Sultan Agung, Kota Semarang, Jateng, Rabu (13/9/2017) pagi. (Facebook.com-Rafli Putra Yusatama?)Bus yang terlibat kecelakaan lalu lintas di Jl. Sultan Agung, Kota Semarang, Jateng, Rabu (13/9/2017) pagi. (Facebook.com-Rafli Putra Yusatama?)

Kecelakaan karambol yang terjadi tiga kali di Kota Semarang dalam kurun waktu kurang dari 24 jam memicu perbincangan hangat warganet.

Harianjogja.com, SEMARANG – Kecelakaan lalu lintas berupa tabrakan karambol terjadi di tiga tempat berbeda di Kota Semarang dalam kurun waktu kurang dari 24 jam. Hal itu pun memicu warganet di media sosial Facebook ramai mengaitkan peristiwa tragis tersebut dengan Bulan Sura yang segera datang.

Kecelakaan lalu lintas pertama terjadi di jalur jalan pantai utara (pantura) Semarang-Kendal, Tugu, Kota Semarang, Selasa (12/9/2017) malam. Tabrakan karambol kedua terjadi di Jl. Sultan Agung, Gajahmungkur, Kota Semarang, Rabu (13/9/2017) pagi. Sedangkan musibah serupa ketiga terjadi di kawasan dekat jembatan tol di Gayamsari, Kota Semarang, Rabu (13/9/2017) siang.

Tabrakan karambol yang terjadi tiga kali dalam kurun waktu kurang dari 24 jam itu membuat warganet di media sosial Facebook, salah satunya di grup Facebook Media Informasi Kota Semarang (MIK Semar), ramai mengaitkannya dengan segera datangnya bulan Sura. Hal itu ramai diungkapkan dalam kolom komentar di berbagai kiriman terkait kecelakaan di Semarang itu.

Menurut mereka, jika sudah memasuki bulan Sura, peristiwa tragis seperti itu kerap terjadi. “Nyedak,i wulan suro akehmen korban tabraka,an karambol,,meh bendino ono,,seng podo ngati ati dulur dulur [Mendekati Bulan Suro banyak sekali korban tabrakan karambol, hampir setiap hari ada. Harap hati-hati],” tulis pengguna akun Facebook Paman Sham.

“Menjelang Suro, lebih wapada hati-hati selalu berdoa sebelum bepergian,” tulis pengguna akun Facebook Ijal Mantovani.

Jarene wong tuo ndisik suro suro dino.e demet jaluk tumbal nyowo [Kata orang tua zaman dahulu Suro merupakan waktunya setan meminta tumbal nyawa],” ungkap pengguna akun Facebook Bhebbyvietha.

Terlepas dari kaitannya dengan bulan Sura, warganet juga ramai memanjatkan doa. Mereka berharap kecelakaan karambol yang terjadi tiga kali dalam kurun waktu kurang dari 24 jam itu dijadikan pelajaran bagi pengguna jalan agar lebih berhati-hati. “Ya Allah akehmen kecelakaan ng Semarang, semoga kita semua dalam lindungannya, aamiin,” tulis pengguna akun Facebook Widya Watie.

“Ada apa dengan Semarang? Kok tiap buka Fb [Facebook] beritane kecelakaan terus. Semoga yang jadi korban diterima disisinya. Amien,” tulis pengguna akun Facebook Savitrie.

“Akhr-akhir ini sering terjadi kecelakaan di wilayah Semarang, hati-hati buat sedulur semua semoga diparingi sehat nggeh,” tulis pengguna akun Facebook Susan Bunda Nadia.

Seperti dikabarkan Semarangpos.com sebelumnya, tabrakan karambol di jalur pantura, Kecamatan Tugu menewaskan satu pengendara sepeda motor Kartinah, 24. Kecelakaan di Tugu itu disebabkan truk yang mengalami masalah pada remnya.

[Baca juga Truk Tabrak Belasan Kendaraan, 1 Tewas]

Sementara itu, tabrakan karambol di Jl. Sultan Agung juga berkahir dengan maut yang menjemput dua pengendara sepeda motor, David Widi, 33, warga kompleks Akpol Semarang dan Eko Susilo, 34, warga Lempongsari. Kantor Berita Antara mengabarkan kecelakaan itu diduga disebabkan bus pariwisata berpelat nomor M 7735 UT mengalami rem blong.

[Baca juga Tabrakan Karambol di Sultan Agung Cabut 2 Nyawa]

Sedangkan kecelakaan di dekat jembatan tol Gayamsari diketahui melibatkan beberapa mobil dan sepeda motor. Belum diketahui apakah kecelakaan di Gayamsati itu memakan korban atau tidak. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Editor: | dalam: Semarang |
Menarik Juga »