LIGA CHAMPIONS
Messi Panen Pujian

Lionel Messi (JIBI/REUTERS/Juan Medina)

Liga Champions diwarnai dengan Lionel Messi yang tampil cemerlang.

Harianjogja.com, BARCELONA – “Saya menyentuh [Lionel] Messi untuk memastikan dia manusia seperti kita.” Begitulah pengakuan kiper Juventus, Gianluigi Buffon, saat bertemu Messi pada 2013.

Memang tak sedikit yang menyebut bintang Barcelona itu sebagai alien karena ia memiliki skill di atas rata-rata dibandingkan pemain lain di planet ini. Meski demikian, dalam tiga pertemuan Juventus dan Barcelona  sebelumnya, Buffon selalu berhasil mencegah Messi menjebol gawangnya.

Namun, kiper berjuluk Superman itu akhirnya takluk juga oleh gol-gol Messi pada pertemuan kali keempat mereka di level klub.  Untuk kali pertama, Messi merobek gawang Buffon saat Barcelona memecundangi Juventus 3-0 pada laga pembuka Grup D Liga Champions di Camp Nou, Barcelona, Rabu (13/9/2017) dini hari WIB. Tak tanggung-tanggung, Messi langsung moncer dengan brace.

Gol pertama Messi dilesakkan pada menit ke-45 setelah melakukan umpan satu-dua dengan Luis Suarez. Menariknya, itulah kali pertama Messi menyentuh bola di kotak penalti Bianconeri, julukan Juventus.

Sementara gol keduanya dilesakkan setelah mengelabuhi dua pemain Juventus, Alex Sandro dan Medhi Benatia,  pada menit ke-69. Satu gol lain Barca yang disumbangkan Ivan Rakitic, juga berawal dari serangan Messi yang masih bisa diblok bek Juventus.

“Messi luar biasa, seorang pemain dari planet lain,” jelas pemain pengganti Juventus berusia 20 tahun, Rodrigo Bentancur, seperti dilansir Football-italia.net.

Setelah trisula MSN (Messi, Luis Suarez, dan Neymar) pecah  karena Neymar hengkang ke Paris Saint Germain (PSG), Messi mengalami transformasi peran di lini serang Barcelona. Pada era pelatih Luis Enrique, Messi kerap dimainkan di sayap kanan. Namun, bersama pelatih Ernesto Valverde, Messi dipasang di sisi kiri pada musim ini.

Meski demikian, Messi tidak benar-benar beroperasi di sayap kiri. Dia justru lebih banyak  beroperasi dari tengah. Sementara sisi kiri serangan Barcelona dipercayakan kepada full-back Jordi Alba, dan sisi kanan bertumpu pada Ousmane Dembele dengan dibantu Nelson Semedo.

Dalam analisis Squawka, Messi disebut-sebut kembali ke peran lamanya sebagai false nine alias deep-lying striker seperti Francesco Totti ketika masih aktif bersama AS Roma. Peran itu sudah lama ditinggalkan Messi sejak Barcelona kedatangan Suarez yang notabane sebagai penyerang tengah.

“Saya merasa kapan pun Leo [sapaan Lionel Messi] mengambil bola maka apa pun bisa terjadi, apa pun, dan itu selalu baik bagi kami. Leo mencetak gol unik dan membuka permainan. Dia salah satu pemain terbaik dalam sejarah sepak bola,” urai Valverde, seperti dikutip Reuters. 

Editor: | dalam: Liga Champions |
Menarik Juga »