WISATA SLEMAN
Menikmati Senja di Embung Kaliaji Turi

Pengunjung sedang menikmati Embung Kaliaji (Yohana Fitri Lestari/JIBI/Harian Jogja)Pengunjung sedang menikmati Embung Kaliaji (Yohana Fitri Lestari/JIBI/Harian Jogja)

Wisata Sleman kali ini menawarkan lokasi yang dapat dipergunakan untuk berbagai kegiatan

Harianjogja.com, SLEMAN — Objek wisata Embung Kaliaji, di Dusun Sangurejo, Wonokerto, Turi, Sleman menjadi tempat wisata baru yang dapat dikunjungi secara cuma-cuma. Penasaran?

Kesejukan Embung Kaliaji yang secara administratif terletak di Dusun Sangurejo, Wonokerto dan Dusun Turi, Donokerto ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang ingin berwisata. Bagi Anda yang penat dengan aktivitas sehari-hari, tempat ini memberikan suasana damai dan dapat meningkatkan suasana hati menjadi lebih gembira.

Pengunjung sedang menikmati Embung Kaliaji (Yohana Fitri Lestari/JIBI/Harian Jogja)

Pengunjung sedang menikmati Embung Kaliaji (Yohana Fitri Lestari/JIBI/Harian Jogja)

Luas kawasan yang mencapai 20.000 m2 dengan luas embung 11.000m2 dan area 9000m2 ini, Anda dapat memanfaatkan lahan sekitar embung untuk aktivitas olahraga seperti lari, bersepeda atau sekadar ingin menikmati pemandangan.

Pengunjung sedang memanfaatkan area embung untuk bersantai dan bersepeda. (Yohana Fitri Lestari/JIBI/Harian Jogja)

Pengunjung sedang memanfaatkan area embung untuk bersantai dan bersepeda. (Yohana Fitri Lestari/JIBI/Harian Jogja)

Kawasan wisata ini juga terbuka bagi Anda yang ingin camping (berkemah) atau tamasya bersama keluarga. Di samping kebersihan yang sangat terjaga, air dalam embung cukup jernih dan bersih sehingga pandangan Anda akan dimanjakan olehnya.

Tenda yang didirikan Pengunjung Embung Kaliaji (Yohana Fitri Lestari/JIBI/Harian Jogja)

Tenda yang didirikan Pengunjung Embung Kaliaji (Yohana Fitri Lestari/JIBI/Harian Jogja)

Embung Kaliaji merupakan kawasan wisata yang memiliki dua pilihan tempat wisata yakni Widuri dan Kawigesang. Keduanya memiliki karakter wisata yang berbeda dan dapat menjadi pilihan bagi pengunjung sesuai minat.

Widuri lebih menekankan pada permainan air, berkemah atau kegiatan outdoor lainnya. Sedangkan Kawigesang menekankan pada desa wisata, seperti penyediaan homestay atau kegiatan bernuansa desa yang kental dengan budaya tradisional.

Mulanya, kawasan Embung Kaliaji ini sebagian berbentuk rawa yang tidak dapat diolah menjadi lahan pertanian karena air yang terlalu banyak. Lalu oleh mantan Lurah Donokerto Budi Mulyono, lahan non-produksi ini dimanfaatkan menjadi embung dan disasar menjadi objek wisata.

Fasilitas yang disediakan Embung Kaliaji bagi pengunjung. (Yohana Fitri Lestari/JIBI/Harian Jogja)

Fasilitas yang disediakan Embung Kaliaji bagi pengunjung. (Yohana Fitri Lestari/JIBI/Harian Jogja)

Selain menarik wisatawan datang ke Turi, pengembangan embung bertujuan untuk membantu meningkatkan perekonomian warga Donokerto. Wisata Embung Kaliaji dapat menjadi lapangan pekerjaan warga yang belum memiliki pekerjaan tetap atau bahkan tidak memiliki pekerjaan.

Pengunjung menikmati senja di Embung Kaliaji. (Yohana Fitri Lestari/JIBI/Harian Jogja)

Pengunjung menikmati senja di Embung Kaliaji. (Yohana Fitri Lestari/JIBI/Harian Jogja)

Embung Kaliaji sudah mulai dikembangkan sejak lima tahun silam oleh Organisasi Petani Pengelola Embung (OPPE) beserta pemuda dusun. Dikarenakan belum memeroleh izin dari Dinas Pariwisata, Embung Kaliaji belum resmi menjadi objek  wisata, sehingga sementara waktu pengunjung dapat leluasa masuk embung tanpa dikenakan biaya masuk maupun parkir.

Pengurus embung sendiri sudah menyusun konsep wisata bagi pengunjung ketika Embung Kaliaji resmi menjadi objek wisata. Konsep yang akan dikembangkan yakni tempat santai menikmati sunset dan yang tidak kalah penting menyediakan Stand Up Paddle.

Konsep Stand Up Paddle yang akan disuguhkan Embung Kaliaji bagi pengunjung. (Yohana Fitri Lestari/JIBI/Harian Jogja)

Konsep Stand Up Paddle yang akan disuguhkan Embung Kaliaji bagi pengunjung. (Yohana Fitri Lestari/JIBI/Harian Jogja)

Stand Up Paddle merupakan olahraga surfing [olahraga menaiki ombak dengan papan seluncur] dengan menggunakan dayung. Pertimbangan konsep ini karena belum banyak kawasan wisata embung yang mengangkat konsep serupa. Selain itu akan dibuat pula permainan dan fasilitas yang unik dan berbeda.

Lokasi embung ini memang dikonsep menjadi objek wisata, terlihat fasiltas yang disediakan seperti Pendopo Joglo, panggung terbuka, pembangunan tempat berfoto hingga kamar mandi.

Lokasi yang mudah dijangkau ini dapat Anda tempuh dengan mudah karena akses jalan sudah beraspal. Bagi Anda yang berasal dari pusat kota Yogyakarta, ada beberapa jalur yang bisa ditempuh untuk sampai ke Embung Kaliaji. Salah satunya melalui Jalan AM. Sangaji yang berada persis di sisi utara Tugu Pal Putih.

Melalui jalan tersebut Anda lurus ke utara hingga melewati Ringroad utara dan lurus lagi masuk ke jalan Palagan Tentara Pelajar hingga sampai pertigaan Pulowatu (ada Alfamart sisi barat jalan).

Pada pertigaan tersebut (Alfamart), belok kiri hingga lampu merah Turi, kemudian ambil arah utara sampai melewati pasar Turi. Setelah pasar terdapat dua jalan (jalan tikungan besar dan jalan tikungan desa), ambil jalan ke kiri dan kira-kira 200 meter akan terlihat embung Kaliaji (di sebelah barat SMP Aloysius Turi).

Waktu yang pas untuk menikmati Embung Kaliaji adalah siang atau sore hari.

Editor: | dalam: Travel |
Menarik Juga »