WISATA WONOGIRI
Air Terjun di Wonokerto Ini Diklaim bakal Jadi Niagaranya Wonogiri

Kades Wonokerto, Kecamatan Wonogiri, Suyanto (di perahu, kanan), bersama warga bermain di umbul desa setempat, Rabu (13/9/2017). (Rudi Hartono/JIBI/Solopos)Kades Wonokerto, Kecamatan Wonogiri, Suyanto (di perahu, kanan), bersama warga bermain di umbul desa setempat, Rabu (13/9/2017). (Rudi Hartono/JIBI/Solopos)

Wisata Wonogiri, Pemdes Wonokerto tengah merintis pembangunan wahana wisata alam air terjun dan rafting.

Solopos.com WONOGIRI — Warga bersama Pemerintah Desa Wonokerto, Kecamatan Wonogiri, tengah mempersiapkan wahana wisata alam yang terdiri atas air terjun, umbul, dan tubing/rafting berskala besar di desa tersebut. Destinasi wisata itu diproyeksikan bertaraf nasional.

Lokasi wisata terletak di Dusun Dungsono sekitar 4 kilometer (km) dari pintu masuk/keluar Alas Kethu atau lebih kurang 300 meter dari mulut gang dusun RT 001/RW 006. Pantauan Solopos.com di lokasi, Rabu (13/9/2017), pekerja membuka akses menuju lokasi air terjun dan bakal umbul menggunakan ekskavator.

Area sekitar lokasi merupakan lahan kering dekat lahan tebu yang merupakan tanah kas desa. Air terjun dan bakal umbul sudah bisa terlihat dari jalan yang berjarak 50 meter.

Proyek tersebut digagas dan direalisasikan dua warga Dusun Dungsono yang merupakan pengusaha, yakni Srigodo, 41, pengusaha material bangunan, dan Sularto, 53, pengusaha kayu. Keduanya membiayai proyek tahap awal sejak November lalu.

Proyek awal sudah menelan biaya senilai Rp120 juta. Warga berpartisipasi aktif dengan bekerja bakti sepekan dua kali. Srigodo, saat ditemui Solopos.com di lokasi mengatakan pembangunan tempat wisata di Dungsono tak main-main.

Warga bersama pemerintah desa sudah meneguhkan niat untuk menyelesaikan proyek tersebut hingga rampung. Dia meyakini objek wisata tersebut akan mampu meningkatkan ekonomi warga.

Tempat wisata itu bakal menjadi primadona baru karena belum ada paket wisata di Wonogiri selengkap Dungsono. Proyek ditarget rampung 2020 dengan biaya Rp1,3 miliar. Namun, lokasi itu sudah bisa dibuka untuk umum sebelum Lebaran tahun depan. Pengunjung bakal bisa menikmati tiga wahana utama.

Objek wisata pertama adalah air terjun setinggi 11 meter dengan lebar sungai atas 14 meter. Air di sungai tersebut mengalir dari mata air yang tak pernah kering.

Pada musim penghujan debit air semakin besar. Di bagian bawah terdapat kedung seluas lebih kurang 450 meter persegi dengan kedalaman 3 meter. Air terjun itu dikenal dengan sebutan Niagara-nya Wonogiri.

Kedung akan ditata sedemikian rupa untuk tempat bermain pengunjung. Kedung dikelilingi dinding batu dan tanah setinggi 14 meter.

Tak jauh dari air terjun akan dibuat umbul air jernih seluas 800 meter persegi sedalam 1 meter-2,5 meter. Air umbul berasal dari sumber air di sepanjang dinding umbul sepanjang 80 meter.

Umbul itu akan dibuat tiga wahana, yakni pemandian anak-anak, dewasa, dan swafoto dalam air. “Kami juga akan buat arena tubing/rafting di aliran Kali Jlantah sepanjang 950 meter. Kami bersama tim dari Sukoharjo sudah mengerjakan dan menjajalnya. Saya jamin lokasinya sangat indah. Tepi sungainya ada dinding bebatuan dengan berbagai formasi. Rute rafting melintasi dua gua dan satu situs batu Tapak Bima. Ini bakal menjadi satu-satunya tempat rafting di Wonogiri,” kata Srigodo.

Kepala Desa (Kades) Wonokerto, Suyanto, mengatakan pemerintah desa mendukung penuh karena warga sangat bersemangat menggarapnya. Tahun ini akan direalisasikan proyek rabat jalan menuju lokasi yang bersumber dari dana desa. “Tempat wisata akan dikelola BUM [badan usaha milik] desa,” kata dia.

Editor: | dalam: Wonogiri |
Menarik Juga »