TIPS CINTA
Hati-Hati! Stalking di Media Sosial Bikin Hubungan Jadi Runyam

Ilustrasi stalker (Pictagram)Ilustrasi stalker (Pictagram)

Tips cinta tentang dampak buruk stalking di media sosial yang membuat hubungan jadi runyam.

Harianjogja.com, SOLO – Kemajuan teknologi Internet yang berkembang pesat membuat kehidupan manusia di zaman modern menjadi lebih mudah. Apalagi sejak adanya media sosial, kehidupan terasa lebih menyenangkan. Semua orang bisa terhubung dengan mudah meski terpisah oleh jarak.

Belakangan ini, media sosial semakin diminati banyak orang untuk berkomunikasi dengan keluarga, teman, hingga kekasih. Lewat media sosial, seseorang bisa mengetahui aktivitas orang lain tanpa perlu bertanya kepada yang bersangkutan.

Siapa sangka, unggahan di media sosial ini ternyata memengaruhi kualitas hubungan cinta yang terkadang membuat runyam. Mengapa demikian? Dikutip Solopos.com dari Forbes, Selasa (26/9/2017), sejumlah hasil penelitian menyebutkan kebanyakan orang menggunakan media sosial seperti Instagram, Facebook, Path, dan Twitter, untuk berhubungan dengan orang lain.

Mereka sering mengunggah status berupa foto, video, maupun tulisan untuk mengetes kepedulian orang lain. Pasalnya, beberapa situs memang dirancang khusus untuk membentuk koneksi. Tapi, belakangan media sosial beralih fungsi menjadi tempat untuk mengawasi gerak-gerik orang lain.

Perilaku mengawasi unggahan orang lain ini biasa dikenal dengan istilah ghosting, stalking, dan haunting. Seorang ghoster, stalker, atau haunter akan terus merasa khawatir bila sehari saja tidak melihat unggahan orang tertentu [biasanya kekasih]. Dia berpikir orang tersebut sengaja menghilang dan pergi menjauh. Alhasil, dia akan merasa dihantui dan menjadi sangat cemas.

Jika dibiarkan, kondisi tersebut lama-kelamaan akan membuat si stalker stres. Sebab, dia terlalu panik memikirkan keberadaan sang pujaan hati. Perasaannya akan membaik setelah melihat status yang diunggah kekasihnya. Bukan hanya menyukai, dia bakal meninggalkan komentar berupa emoticons yang membingungkan. Komentar itu biasanya merupakan sinyal untuk mengajak Anda kencan.

Sayangnya, orang yang terlalu aktif berselancar di media sosial cenderung gugup ketika diajak berkencan. Sebab, dia merasa malu dan tidak nyaman bertemu langsung dengan kekasihnya. Hal itu terjadi lantaran dia merasa lebih bebas mengungkapkan perasaan lewat tulisan atau emoticons daripada harus berbicara langsung di depan Anda.

Selain itu, media sosial memiliki korelasi yang kuat dengan perceraian. Sebab, seseorang bisa saja menyalahartikan status yang diunggah pasangannya. Kondisi ini bertambah buruk kala Anda mengunggah foto bersama orang lain yang membuat pasangan cemburu.

“Media sosial bukan hanya memengaruhi cara kita berteman, tapi juga pernikahan. Rumah tangga yang awalnya harmonis bisa saja terguncang gara-gara foto mesra Anda dengan teman yang membuat pasangan cemburu,” kata salah satu konsultan rumah tangga, Julia Rodgers.

Nah, itulah sebabnya mulai sekarang kurangilah aktivitas Anda di media sosial. Jangan sampai Anda diperbudak oleh teknologi yang membuat kehidupan runyam. Alih-alih mendekatkan, media sosial kadang membuat Anda merasa jauh dari orang-orang di lingkungan sekitar. 

Editor: | dalam: Relation |
Menarik Juga »