Mimpi Hasto agar Kopi Menoreh Mejeng di Kafe Bandara NYIA

Gubernur DIY, Sultan Hamengku Buwono X, sedang mencicipi teh hasil produksi warga Menoreh, di sela peresmian PPTM, di Ngaliyan, Ngargosari, Samigaluh, Kamis (12/10/2017). (Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja)Gubernur DIY, Sultan Hamengku Buwono X, sedang mencicipi teh hasil produksi warga Menoreh, di sela peresmian PPTM, di Ngaliyan, Ngargosari, Samigaluh, Kamis (12/10/2017). (Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja)

Program Bela Beli Kulonprogo telah digaungkan sejak 2012

 

Harianjogja.com, KULONPROGO-Program Bela Beli Kulonprogo telah digaungkan sejak 2012. Di bawah tampu kepemimpinan Hasto Wardoyo, rakyat bumi menoreh didorong untuk bersemangat menghasilkan beragam produk lokal, khas dan menjadikannya sebagai kebanggaan daerah.

Sekalipun ini gerakan positif, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, memiliki pandangan tersendiri soal ini, untuk menjadi feedback dan bahan mengembangkan diri.

Di salah satu tepian jalan Dusun Ngaliyan, Ngargosari, Samigaluh, pada Kamis (12/10/2017) pagi sedang berlangsung kegiatan peresmian Pusat Pengelolaan Teh Menoreh (PPTM) dan Produk-produk Lokal Kulonprogo.

Sejumlah pejabat teras hadir dan mengikuti kegiatan itu bersamaan. Satu waktu, Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo berdiri di depan seluruh pejabat yang hadir, sembari memamerkan belasan bungkus produk yang diklaim berasal dari olah tangan warga asli kota geblek.

Satu per satu produk diperkenalkan, mulai dari sebungkus kopi menoreh. Ia menuturkan, kopi merupakan salah satu komoditas unggul di kabupaten ini, menyusul teh, kakao, beras, kelapa dan bermacam-macam jenis minuman.

Warga Menoreh telah mencoba menambah nilai produk, dengan mengubah teh tubruk menjadi teh celup. Teh yang dibungkus dengan kemasan kotak persegi panjang itu, diklaim telah beberapa tahun belakangan ini rutin mengisi bingkisan lebaran di kalangan Organisasi Perangkat Daerah.

Sama halnya dengan kopi Suroloyo. Di hadapan ratusan orang, ia memegang kemasan kopi menoreh dengan mantap. Namun di saat bersamaan, secara legowo mengakui, rasa kopi Suroloyo memang belum sesuai standar rasa yang disukai oleh para penggemar kopi.

Hasto punya mimpi, menjadikan kopi menoreh memiliki rasa yang tak kalah memikatnya dengan rasa kopi milik kedai kenamaan, Starbuck.

Dan untuk mewujudkan mimpi itu, dalam satu tahun ini akan melakukan konvensi, diperuntukkan bagi produk teh dan kopi, agar kedua produk ini memiliki standar rasa, kualitas dan lainnya.

“Mudah-mudahan, sebelum New Yogyakarta International Airport (NYIA) beroperasi, sudah ada produk kopi yang terstandardisasi. Bisa jadi, rasa kopi Suroloyo tidak kalah dari Starbuck, tapi kami tidak akan mewujudkan itu [kopi Suroloyo ada di bandara] dengan ngotot dan waton, melainkan bertahap,” tuturnya, Kamis.

Editor: | dalam: Kulon Progo |
Menarik Juga ยป