Area Relokasi Pasar Gentan Memprihatinkan

Kondisi area relokasi Pasar Gentan, Sleman, Rabu (11/10/2017). (Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja).Kondisi area relokasi Pasar Gentan, Sleman, Rabu (11/10/2017). (Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja).

Pemerintah diminta segera membangun infrastruktur sebelum musim hujan tiba.

Harianjogja.com, SLEMAN— Pedagang Pasar Gentan yang telah direlokasi ke kios-kios penampungan sementara, meminta pemerintah membangun infrastruktur pasar dengan memasang konblok. Mereka khawatir hujan menyebabkan kondisi pasar becek.

Maryati salah seorang pedagang sembako di lokasi tersebut meminta agar konblok dibangun sebelum musim hujan. “Setidaknya dilepo [disemen]. Kami sendiri urunan untuk menyemen jalan [antar kios] ini,” katanya kepada Rabu (11/10/2017).

Hal senada disampaikan Suparmin, pedagang sayuran di lokasi tersebut. Dia menjelaskan, banyak permintaan pedagang yang tidak dipenuhi pengelola pasar. Masalah listrik dan lampu penerangan, misalnya, hanya ditaruh di bagian tengah. Beberapa kali dia menyambung kabel listrik untuk menerangi bagian barat pasar namun dicabut oleh petugas.

“Akhirnya kami urunan Rp100.000 untuk nyambung listrik sendiri. Biaya perbulan juga urunan. Sebab kami sudah buka pasar sejak jam 04.30 kalau gelap bagaimana?,” katanya.

Bahkan lanjutnya, pekan lalu aliran air di pasar relokasi itu sempat mampet. Pedagang kesulitan buang hajat sehingga memanfaatkan area sekitar. Untuk mengatasi hal itu, pedagang kembali urunan untuk mengebor sumur agar kebutuhan air teratasi. “Dari kantor enggak ada tindakan. Ya kami urunan lagi,” katanya.

Dari pengamatan di lapangan, di lokasi pasar itu juga belum ada saluran pembuangan air hujan. Jalan beberapa blok masih berupa tanah, banyak yang tidak disemen atau ditinggikan. Kondisi itu, menurut pedagang berpotensi banjir dan becek.

Sejak Mei lalu, sekitar 284 pedagang sudah menempati kios-kios berukuran 2×1 di lokasi relokasi tersebut. Tempat tersebut adalah penampungan sementara menunggu pemerintah menyelesaikan pembangunan pasar (tempat lama berjualan) yang kini direhab total.

Terkait hal itu, Kabid Pembinaan dan Pengembangan Pedagang Pasar Tradisional Disperindag Sleman Haris Martapa mengatakan, pihaknya merencanakan perbaikan jalan dan saluran drainase di lokasi tersebut pekan depan. Terkait masalah air, sebenarnya Dinas juga merencanakan untuk melakukan perbaikan. Sumur yang ada akan diperdalam agar sumber air melimpah. “Tapi kemarin paguyuban pedagang minta izin, mereka yang akan mengerjakan, nanti minta [dana] diganti,” katanya.

Haris mengaku masalah penerangan listrik sudah tidak ada persoalan. Pasalnya, Dinas menyediakan lampu penerangan umum untuk memenuhi kebutuhan pedagang. Bahkan semua listrik, klaimnya, sudah menyala baik bagian barat, utara maupun selatan.

Pihaknya hanya menyediakan fasilitas listrik untuk umum. Adapun untuk kebutuhan pribadi pedagang, katanya, diperbolehkan asalkan pedagang sendiri yang memasang. “Silahkan pasang sendiri,  biaya listrik tetap [ditanggung] dari dinas” klaimnya.

Editor: | dalam: Sleman |
Menarik Juga »