INFORIAL

Guru di Daerah Terpencil Mudah jadi Korban Penipuan Voucer

Sejumlah pengunjung melihat keindahan alam di sekitar Pantai Timang, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus. Jumat (13/5/2016). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)Sejumlah pengunjung melihat keindahan alam di sekitar Pantai Timang, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus. Jumat (13/5/2016). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)

Guru di Gunungkidul banyak jadi sasaran penipuan voucer wisata.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Puluhan guru di Gunungkidul menjadi korban penipuan voucer wisata. Guru yang bertugas di wilayah terpencil dinilai rawan jadi korban.

Banyakknya guru yang menjadi korban penipuan voucer wisata membuat Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunungkidul prihatin. Disdikpora pun mengimbau agar para guru lebih waspada dan berhati-hati.

Kepala Disdikpora Kabupaten Gunungkidul, Bahron Rosyid meminta agar para guru lebih cermat lagi dalam menerima tawaran produk apapun. Apalagi tak jarang pedagang datang langsung ke sekolah untuk menawarkan berbagai produk.

“Guru harus lebih cermat, teliti dalam membeli atau menerima tawaran produk agar tidak tertipu. Mungkin kalau dilihat dari nilai rupiahnya tidak banyak, tapi itu kan membuat tidak nyaman,” kata Bahron, Rabu (11/10/2017).

Sementara itu, pihaknya tak mengetahui pasti kenapa guru-guru di Gunungkidul menjadi sasaran pelaku penjual voucer wisata palsu. Namun menurut dia, banyaknya sekolah yang lokasinya jauh terpencil kemungkinan lebih mudah menjadi sasaran karena keterbatasan akses informasi.

Baca Juga : Tersangka Penipuan Voucer Wisata Mengaku Kepercayaan Pusat

Sebelumnya Salah seorang guru SD asal Kecamatan Purwosari, Kuswati menjadi salah satu korban penipuan voucer wisata. Dia sempat terkecoh karena saat tersangka mendatangi sekolah sangat meyakinkan di depan sejumlah guru. “Awalnya saya dan beberapa guru di sekolah didatangi oleh pelaku, dia [pelaku] mengaku dari perwakilan pesona wisata, Kemenpar,” kata warga Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul itu.

Dengan modus tersebut terasangka kemudian menawarkan sebuah kartu atau voucer wisata dengan harga Rp150.000. Dengan kartu tersebut pemilik dapat menggunakannya untuk masuk ke seluruh objek wisata di Indonesia dan akan mendapatkan potongan harga hingga 50%.

Baca Juga : Guru Jangan Mudah Tergiur Voucer Wisata

“Saya pun akhirnya membelinya, kemudian saya coba gunakan voucer tersebut ke sejumlah objek wisata di Jogja tapi ternyata tidak bisa. Dan setahu saya ada 24 guru lainnya yang juga ikut membeli voucer dan jadi korban penipuan,” kata Kuswati.

Tidak hanya di Purwosari saja. Di Kecamatan Wonosari juga terdapat puluhan guru yang menjadi korban penipuan serupa. Kapolsek Wonosari, Kompol Sutama mengatakan terdapat 30 guru maupun karyawan sekolah yang menjadi korban penipuan tersbut.

Editor: | dalam: Gunung Kidul |
Menarik Juga »