Lima Atlet Kung Fu Jogja Berjaya di Internasional

Para atlet Wing Chun Nasional berfoto bersama seusia menerima juara umum dalam gelaran kejuaraan Wing Chun Dunia, The 4th Ip Man Ving Tsun Match yang digelar Hong Kong, Sabtu (7/10/2017). (Istimewa/Dok Pribadi).Para atlet Wing Chun Nasional berfoto bersama seusia menerima juara umum dalam gelaran kejuaraan Wing Chun Dunia, The 4th Ip Man Ving Tsun Match yang digelar Hong Kong, Sabtu (7/10/2017). (Istimewa/Dok Pribadi).

Atlet Jogja sumbang lima medali di Kejuaraan Wing Chun dunia

Harianjogja.com, JOGJA— Seni bela diri Wing Chun masih terbilang sangat baru di Indonesia, bahkan di Jogja. Namun, lewat beladiri ala Bruce Lee ini, lima atlet DIY berhasil menorehkan prestasi di Kejuaraan Wing Chun Dunia, The 4th Ip Man Ving Tsun Match yang digelar Hong Kong.
Awal Oktober lalu, sebanyak 24 atlet Wing Chun Indonesia bertolak ke Hong Kong untuk mengikuti kejuaraan Wing Chun Dunia yang diselenggarakan oleh Ving Tsun Athletic Association (VTAA) pada Sabtu (7/10). Sekretaris Daerah Federasi Wing Chun Indonesia (FWCI) DIY, Hari N.Suyuti mengatakan dalam kejuaraan ini, dari 24 atlet, kontingen Jogja mengirimkan lima atletnya.

“Dalam kejuaraan yang diikuti beberapa negara tersebut, Indonesia berhasil meraih medali terbanyak dengan total 18 medali, terdiri dari lima medali emas, tujuh perak dan enam perunggu,” ujar Hari Rabu (11/10/2017).

Cabang yang dipertandingkan adalah Form atau Jurus dan Chi Sao atau tarung. Di mana untuk kategori Form terdiri atas cabang Siu Lim Tao, Chum Kiu, Biu Jee dan Mok Yan Jong. Sedangkan 24 atlet Wing Chun nasional meliputi 21 atlet Taolu atau jurus dan tiga atlet Chi Sao.
Hari mengungkapkan lima perwakilan DIY juga turut menyumbang kemenangan dengan membawa satu medali emas, tiga medali perak dan satu medali perunggu. Medali emas berhasil diraih Destyan Adiwassesa untuk cabang Chum Kiu kelas putera dewasa dan perunggu diraih Pinka Zuhdiana Hapsari untuk cabang Siu Lim Tao untuk kelas putri remaja. Sedangkan tiga perak di raih oleh Pinka Zuhdiana Hapsari, Ika Sir’ana dan Khairul Oktavian.

“Saat ini, beladiri Wing Chun memang belum masuk Sea Games.Kami juga sedang dalam proses untuk bergabung dengan KONI. Ke depan cabor ini bisa masuk dipertandingkan di Porda, Pon dan lain sebagainya,” ungkap Hari.

Lebih lanjut Hari memaparkan, seni beladiri turunan Kung Fu ini semakin dikenal baik masyarakat Jogja di semua kalangan. Sasana latihan Wing Chun tersebar di beberapa wilayah di DIY, yakni Sleman, Bantul dan Kota Jogja.

“Memang kejuaraan daerah belum diselenggarakan secara rutin. Hanya seleksi atlet menuju kejuaraan nasional maupun internasional. Namun, atlet Wing Chun DIY selalu andil dalam event-event kejuaraan, baik nasional maupun internasional dan selalu berhasil membawa pulang prestasi dan medali,” imbuh Hari.

Editor: | dalam: Kota Jogja |
Menarik Juga ยป