TIONGKOK OPEN 2017
Sony Disingkirkan Pemain Ranking 348 Dunia

Sony Dwi Kuncoro (Badmintonindonesia.org)Sony Dwi Kuncoro (Badmintonindonesia.org)

Tiongkok Open 2017 diwarnai dengan kekalahan Sony Dwi Kuncoro.

Harianjogja.com, FUZHOU — Performa Sony Dwi Kuncoro agaknya terus menurun seiring bertambahnya usia sang pemain. Sony gagal melaju ke babak utama Tiongkok Open 2017 setelah ditaklukkan pemain tuan rumah, Ren Pengbo dengan skor 16-21, 19-21 di Haixia Olympic Sports Center, Selasa (14/1/2017).

Kekalahan itu semakin menyakitkan karena Pengbo “hanyalah” pemain ranking 348 dunia. Pengbo bahkan berhasil meringkus Sony yang berperingkat 68 dunia dengan durasi 47 menit.

Tersingkirnya Sony di kualifikasi membuat Indonesia hanya diwakili Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting di babak utama Tiongkok Open 2017. Tunggal putra Indonesia bisa dibilang dalam bahaya karena Jonatan sudah harus menghadapi unggulan tiga, Lin Dan, di babak pertama.

Kekalahan Sony dari Pengbo memang di luar prediksi. Setelah keok di game pertama, Arek Surabaya ini sebenarnya sempat memimpin 16-9 di game kedua. Namun Pengbo perlahan mampu mengejar ketertinggalan hingga menyamakan skor 17-17. Pengbo yang mendapat momentum akhirnya memastikan kemenangan dengan skor 21-19.

“Saat unggul 16-9 saya terlalu pelan dan enggak mau maksa. Jadi dia menekan terus. Seharusnya saya sudah tahu, satu dua poin saya harus berubah cepat,” tutur pemain 33 tahun itu dalam rilis PBSI, dilansir Badmintonindonesia.org, Selasa.

Tak ingin kembali kecolongan, tim pelatih tunggal putra Indonesia menggembleng Jonatan dan Anthony untuk lebih siap di laga perdana, Rabu (14/11/2017). Terlebih Jonatan bakal menghadapi lawan kuat yakni pemain Tiongkok, Lin Dan. Adapun Anthony bakal bersua lawan yang relatif lebih ringan yakni Ng Ka Long Angus (Hong Kong).

“Jonatan harus bermain aman dan ulet agar membuka peluang menang atas Lin Dan,” tutur Pelatih tunggal putra PBSI, Hendry Saputra, dilansir Antara.

Sayang, rekor pertemuan tak terlalu berpihak pada Jonatan. Dari empat kali perjumpaan dengan Lin Dan, Jonatan hanya mampu menang sekali. Pertemuan terakhir dimenangkan Lin Dan dengan skor 21-14, 21-19 di Australian Open, 22 Juni 2017.

Meski demikian, Hendry mengaku masih optimistis. “Atlet kami sudah mempersiapkan kejuaraan delapan hari sebelumnya. Persiapan itu harus cukup buat mereka,” ujar dia.

Editor: | dalam: Raket |
Menarik Juga »