LIVOLI 2017
Vita Solo Enggan Ulangi Kesalahan 2015

Pemain Vita Solo menggelar latihan jelang Divisi Utama Livoli 2017 di GOR Manahan, beberapa hari lalu. (istimewa)

Livoli 2017 akan diikuti tim Vita Solo.

Harianjogja.com, SOLO — Tim bola voli putri, Vita Solo, tak ingin menjadi penggembira dalam Divisi Utama Liga Voli Indonesia (Livoli) 2017 yang bakal digelar di Tangerang 2-9 Desember 2017 mendatang. Di ajang tersebut, Vita membidik posisi enam besar atau aman dari zona degradasi.

Untuk mencapai target itu, Vita tak boleh mengulang kesalahan yang mereka lakukan tahun 2015. Vita yang saat itu berlaga di Divisi Utama harus terdegradasi ke Divisi I di akhir musim karena menelan lima kekalahan beruntun. Padahal di dua laga awal, Vita mampu meraih kemenangan.

“Kami harus membenahi konsistensi. Jangan sampai dapat performa puncak di awal, setelah itu anjlok,” ujar Asisten Pelatih Vita Solo, Ardiansyah, saat berbincang dengan Solopos.com, Jumat (23/11/2017).

Tahun ini Vita mengandalkan 12 pemain lama plus satu muka baru di posisi quicker, Cindy Saskia. Dengan materi yang tak banyak berubah, soliditas mestinya tidak lagi menjadi hal yang perlu diragukan. Namun Vita agaknya memiliki catatan dalam melakukan blok dan cara bertahan.

Dua kelemahan itu masih terlihat saat Winda Ayu Aryadi dkk. menggelar laga ekshibisi melawan Arwis Jogja, Kamis (22/11/2017). “Jika kekurangan ini bisa segera dibenahi, kami optimistis bisa bertahan di Divisi Utama, minimal posisi enam,” ujarnya.

Di kompetisi musim ini Vita akan bersaing dengan tujuh tim lain seperti TNI AU, Surabaya Bank Jatim, Alko Bandung, TNI AL, Mabes TNI, Petrokimia Gresik dan sesama tim promosi, Popsivo Polwan. TNI AU bisa menjadi lawan paling berat menyusul predikat juaranya musim lalu. Popsivo juga berpotensi mengejutkan karena memiliki kekuatan mereta di setiap lini.

Namun Ardiansyah menyebut semua lawan di Divisi Utama sama beratnya. “Pemain mereka rata-rata sudah pengalaman, bahkan ada yang jebolan Proliga. Sementara skuat kami murni dari pembinaan,” kata dia.

Pelatih Vita Solo, Agus Suyanto, mengatakan pemain mulai diberi porsi latihan dengan model layaknya pertandingan sesungguhnya untuk adaptasi kompetisi. Hal ini tak lepas dari padatnya jadwal yang bakal mereka hadapi dalam sepekan. “Dengan jumlah lawan dan jadwal sedemikian rupa, tak hanya skill yang jadi penentu. Mental dan fisik juga tak kalah penting.”

Editor: | dalam: Umum |
Menarik Juga »