YAMAHA CUP RACE 2017
Perebutan Titel Mengerucut ke 3 Rider

Peserta Kejurnas Motorprix putaran 6 region 2 Tahun 2016 beradu cepat di Sirkuit Stadion Manahan, Solo, Minggu (23/10). Kejurnas Motorprix putaran 6 region 2 Tahun 2016 tersebut diikuti 272 peserta dari berbagai kota di Indonesia. (Nicolous Irawan/JIBI/Solopos)

Yamaha Cup Race digelar di Kota Solo.

Harianjogja.com, SOLO — Persaingan menuju titel bergengsi di kelas 150 cc dan 125 cc tune up seeded Yamaha Cup Race (YCR) 2017 diyakini mengerucut pada tiga pembalap yakni Wildan Goma, Sulung Giwa dan Dicky Ersa. Ketiga rider ini saling bergantian meraih juara di dua seri YCR sebelumnya yakni di Kebumen dan Kediri.

Namun kejutan diprediksi masih bisa terjadi mengingat karakteristik Sirkuit GOR Manahan Solo yang punya keunikan tersendiri. Balapan di Sirkuit GOR Manahan, Sabtu-Minggu (25-26/11/2017) menjadi seri final YCR 2017.

Di kelas 150 cc tune up seeded (YCR 1), Wildan Goma yang sementara memimpin klasemen hanya berjarak delapan poin dari Dicky Ersa di peringkat ketiga. Selisih poin Wildan dengan Sulung Giwa di posisi dua bahkan hanya lima poin.

Peta persaingan di kelas 125 cc tune up seeded (YCR 2) pun tak jauh berbeda. Di kelas ini giliran Sulung Giwa yang merajai dengan raihan 40 poin. Namun poin Sulung ditempel ketat oleh Dicky dan Wildan di peringkat selanjutnya.

Koordinator YCR 2017, Robby Winaldi, tak menampik ketiga pembalap tersebut adalah penguasa dua seri ajang sebelumnya. Namun pihaknya menyebut posisi klasemen yang mereka raih saat ini tak menjamin jalan mereka lebih mudah ke titel juara. Ini karena jarak pemuncak klasemen dengan rider di posisi bawahnya sangat tipis.

Secara matematis peringkat enam sementara, Doohan Akbaruzaman, bahkan masih bisa meraih titel juara apabila kelima pembalap di atasnya mengalami crash. Ini karena jarak poin Doohan dengan penguasa klasemen Wildan Goma hanya dipisahkan 22 poin. Juara seri YCR berhak mendapat tambahan poin 25.

“Prediksi di atas kertas bisa jadi tak berarti. Semuanya masih bisa terjadi mengingat persaingan di klasemen sangat ketat,” ujar Robby saat dihubungi Solopos.com, Jumat (24/11/2017) malam.

Potensi kejutan itu ditopang karakteristik Sirkuit GOR Manahan yang lebih tricky. Robby mengatakan dua sirkuit sebelumnya cenderung bertipe sama dengan banyak tikungan patah. Hal ini berbeda dengan sirkuit di Solo yang menawarkan tantangan lebih variatif. “Solo ada tikungan patahnya, tapi juga ada rolling speed. Bisa dibilang sirkuit ini lebih menantang dibanding seri sebelumnya,” kata dia.

Agenda YCR 2017 pada Sabtu (25/11/2017) bakal diisi sesi latihan bebas dan kualifikasi di masing-masing kelas. Penonton tak dikenakan biaya untuk menyaksikan balapan dari pagi sampai sore. Pada Sabtu siang, peraih podium juara seri WSSP 300 Jerez-Spanyol, Galang Hendra Pratama, bakal hadir untuk memberikan coaching clinic.

Editor: | dalam: Balap |
Menarik Juga »