Foto Borobudur Writers & Cultural Festival

Pakar arkeologi Prof. Noerhadi Magetsari (kiri) menyampaikan makalah saat seminar mengupas makna relief Candi Borobudur rangkaian dari Borobudur Writers & Cultural Festival (BWCF) 2017 di kompleks TWC Borobudur, Magelang, Jateng, Jumat (24/11/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Anis Efizudin)Pakar arkeologi Prof. Noerhadi Magetsari (kiri) menyampaikan makalah saat seminar mengupas makna relief Candi Borobudur rangkaian dari Borobudur Writers & Cultural Festival (BWCF) 2017 di kompleks TWC Borobudur, Magelang, Jateng, Jumat (24/11/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Anis Efizudin)

Borobudur Writers & Cultural Festival digelar.

Peserta Borobudur Writers & Cultural Festival (BWCF) 2017 di TWC Borobudur, Magelang, Jateng mengamati naskah dari daun lontar pada pameran arsip kuno, Jumat (24/11/2-17). BWCF 2017. (JIBI/Solopos/Antara/Anis Efizudin)

Peserta Borobudur Writers & Cultural Festival (BWCF) 2017 di TWC Borobudur, Magelang, Jateng mengamati naskah dari daun lontar pada pameran arsip kuno, Jumat (24/11/2-17). BWCF 2017. (JIBI/Solopos/Antara/Anis Efizudin)

Borobudur Writers & Cultural Festival (BWCF) 2017, Jumat (24/11/2017), digelar di kompleks Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Magelang, Jawa Tengah dengan tema “Gandawyuha dan Pencarian Relegiusitas Agama-Agama Nusantara”. Ratusan peserta dari dalam dan luar negeri leluasa mengamati berbagai benda cagar budaya terkait Candi Borobudur. Bahkan pakar arkeologi Prof. Noerhadi Magetsari secara khusus memberikan mengupas makna relief Candi Borobudur itu dalam seminar yang digelar sebagai bagian dari rangkaian acara.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Editor: | dalam: Feature |
Menarik Juga »