ASIAN PARA GAMES 2018
Demi Capai Target, Atlet Inginkan Kursi Roda Seharga Rp250 Juta

Menpora Imam Nahrawi menyalami atlet National Paralympic Commitee Indonesia di hotel Lor In Dwangsa, Kartasura, Sukoharjo, Selasa (12/9). Para Atlet tersebut akan berlaga di Asean Para Games. (JIBI/SOLOPOS/ Sunaryo Haryo Bayu)

Asian Para Games 2018 diwarnai dengan kontingen Indonesia yang mendapat target tinggi.

Harianjogja.com, SOLO — Presiden Joko Widodo mematok target Indonesia bisa menembus peringkat lima besar dalam Asian Para Games 2018. Tiga tahun lalu, di Asian Para Games 2014 di Korea Selatan, Indonesia hanya meraih peringkat sembilan.

Diakui Doni Yulianto, 29, atlet balap kursi roda asal Sukoharjo, target lima besar itu tidak mudah diraih. Beberapa negara di Asia seperti Tiongkok, Jepang, Korea Selatan dan India diprediksi bakal memberikan perlawanan kuat dalam perburuan medali.

“Sebetulnya target yang diajukan ke presiden itu tujuh besar. Tapi, presiden maunya lima besar. Ini tentu bukan pekerjaan mudah. Tapi, kami akan berjuang sekuat tenaga. Kami diuntungkan karena akan bertindak sebagai tuan rumah,” papar Doni Yulianto di sela-sela kegiatan sosialisasi Asian Para Games 2018 di Solo Grand Mall, Kamis (14/12/2017).

Doni yang menyumbangkan satu medali emas dan satu medali perunggu di ajang ASEAN Para Games 2017 di Kuala Lumpur Malaysia ini menyadari meski sulit, Indonesia tetap berpeluang meraih lima besar. Untuk mendulang medali emas, Doni meminta Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memfasilitasi para atlet dengan peralatan canggih keluaran terbaru.

Pada ASEAN Para Games 2017 lalu, Doni sudah difasilitasi kursi roda dari bahan karbon dan alumunium seharga Rp180 juta/item. Dia mengakui kursi roda dengan berat 9 kg itu sudah cukup bagus. Bahkan, kursi roda itu lebih bagus dari kursi roda yang dikendarai beberapa atlet dari negara tetangga.

“Kursi roda yang saya naiki di ASEAN Para Games lalu sudah bagus, tapi saya minta kursi roda yang lebih bagus lagi. Kursi roda keluaran terbaru ini beratnya hanya 7 kg. Lebih enteng dan aerodinamis. Bahannya sudah full karbon, tidak ada campuran alumunium. Harganya diperkirakan mencapai 250 juta/item. Saya sudah mengajukan itu, mudah-mudahan bisa disetujui supaya bisa dipakai selama menjalani pelatnas mulai Januari 2018 nanti,” jelas Doni.

Sebanyak 3.000 atlet dan ofisial dari 42 negara di Asia akan ambil bagian dalam Asian Para Games pada 6-13 Oktober 2018. Pesta olahraga bagi penyandang disabilitas di Asia itu akan mempertandingkan 17 cabang olahraga yang terbagi dalam 582 nomor. Asian Para Games 2018 akan dipusatkan di Jakarta dan Palembang.

“Sekarang kami baru memasuki tahap persiapan. Salah satunya dengan menyelenggarakan sosialisasi di 20 lokasi di 16 kota di Indonesia. Sosialisasi Asian Para Games 2018 akan terus kami galakkan supaya masyarakat bisa hadir langsung untuk mendukung Indonesia di kejuaraan ini,” terang Ketua Umum Indonesia 2018 Asian Para Games Organizing Commitee (INAPGOC) Raja Sapta Oktohari.

Editor: | dalam: Umum |
Menarik Juga »