Potret Kemesraan Kholil & Siti Alias Nindy Sebelum Mutilasi Karawang

Foto Kholili dan Siti Saadah alias Nindy yang diunggah di akun Instagram M.kholili (Instagram)

Sebelum terjadinya mutilasi di Karawang, Kholil dan Siti alias Nindy selama ini sering tampil mesra di media sosial.

Harianjogja.com, KARAWANG — Tragedi mutilasi oleh Kholil, 23, terhadap Siti Saadah alias Sinok alias Nindy, 21, berawal pada Senin (4/12/2017) pekan lalu. Kholil mengaku, hari itu dia bertengkar dengan sang istri.

Diberitakan Suara.com, pertengkaran mulut tersebut berlanjut pada aksi kekerasan. Kholil mengklaim lehernya dicekik Siti. Ia berontak dan balas dua kali memukul leher Siti.

Akibat pukulan Kholil, Siti jatuh terkapar. Kaget, Kholil sempat memeriksa nafas dan detak jantung Siti, tapi ternyata semua sudah terhenti. ?”Saya kalap pak. Saya lalu tutup mulutnya memakai lakban,” tukasnya.

Sehari kemudian, Selasa (5/12/2017), Kholil memutuskan memutilasi tubuh sang istri menjadi tiga bagian: kepala, badan, dan kaki menggunakan golok. Kholil membuang kepala dan kaki Siti ke daerah Tegalwaru. Sementara badan Siti dibuang di Desa Ciranggon.

Takut ketahuan, pada hari berikutnya, Rabu (6/12/2017), Kholil kembali mendatangi tempat ia membuang Siti. Ia membakar seluruh bagian tubuh sang istri.

Sebenarnya, Kholil dan Siti terlihat mesra dalam berbagai unggahan di media sosial. Di akun Instagram Kholil, yaitu M.kholili, pasangan ini sering menunjukkan foto kebersamaan.

A post shared by M.kholili (@muhamad.kholili) on

Wakapolres Karawang Komisaris M Rano Hadianto mengatakan, Kholil tega membunuh sang istri karena tak bisa menyanggupi permintaan Siti. “Pelaku mengakui kesal terhadap istri yang banyak menuntut. Istrinya sempat menuntut dibelikan mobil. Pelaku membunuh istrinya sendiri dengan cara menghantam bagian leher korban dengan menggunakan tangan kosong,” kata Hadianto.

Pelaku dan korban yang merupakan pasangan suami istri itu tercatat sebagai warga Kampung Mejarjaya, Desa Gunung Mulya, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor.

“Motif pembunuhan sadis itu karena istrinya seringkali menuntut hal-hal yang tidak disanggupi oleh suaminya. Saat cekcok, istrinya juga sering menyudutkan orang tua suaminya, sehingga kesal dan melakukan pembunuhan,” jelasnya.

A post shared by M.kholili (@muhamad.kholili) on

A post shared by M.kholili (@muhamad.kholili) on

A post shared by M.kholili (@muhamad.kholili) on

Editor: | dalam: Hukum |
Menarik Juga »