Ratusan Mahasiswa Pascasarjana UAD Jogja Ikuti Prodamat

Ilustrasi mahasiswa (Pictagram)Ilustrasi mahasiswa (Pictagram)

Program itu mewajibkan mahasiswa pascasarjana mengabdi kepada masyarakat

Harianjogja.com, JOGJA-Sebanyak 244 mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Jogja mengikuti kegiatan Program Pemberdayaan Umat (Prodamat) ketiga yang digelar kampus tersebut. Sebelum diterjunkan ke masyarakat mahasiswa diberikan pemberkalan di Kampus 3 UAD Janturan, Warungboto, Jogja, Sabtu (16/12/2017).

Direktur Pascasarjana UAD Profesor Achmad Mursyidi menjelaskan, Prodamat merupakan program pengabdian masyarakat oleh mahasiswa Pascasarjana UAD. Pada angkatan pertama 2015 silam, Prodamat diikuti 237 mahasiswa. Setiap kelompok terdiri atas tiga sampai lima mahasiswa yang didampingi oleh seorang dosen pembimbing.

“Sebelum diterjunkan ke masyarakat, kebih dahulu kami bekali dari sisi keilmuan,” ungkapnya, Sabtu (16/12/2017).

Program itu mewajibkan mahasiswa pascasarjana mengabdi kepada masyarakat, seperti di sekolah, panti asuhan, pesantren dan berbagai komunitas lainnya sebagai bentuk kontribusi. Adapun titik sasarannya adalah seluruh wilayah DIY dan sebagian Jawa Tengah.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa harus memberikan sikap kecendekiawanannya, seperti memberikan respon terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat baik di lingkungan kecil, tempat tinggal maupun skala yang lebih luas hingga internasional.

“Kami perlu memastikan, bahwa mahasiswa yang akan terjun ke masyarakat ini telah memiliki bekal yang baik sebagai dasar sikap kecendekiawanan mereka. Karena program ini sekaligus untuk meningkatkan mental, sehingga penting dalam menumbuhkan sikap kecendekiawanan,” ungkap dia.

Mursyidi menegaskan, kegiatan itu bertujuan untuk meningkatkan mental spiritual mahasiswa sebagai agen perubahan di masyarakat. Selain itu, mendorong mahasiswa untuk memberikan solusi alternatif berbagai permasalahan di masyarakat demi peningkatan kualitas hidup.

“Serta mendorong mahasiswa untuk memilih dan menerapkan program kreatif dan solutif bagi penyelesaian masalah kemasyarakat,” kata dia.

Editor: | dalam: Pendidikan |
Menarik Juga »