Kekurangan SDM, PTN Didorong Buka Prodi Aktuaria

Ilustrasi Aktuaris (IST/KabarKampus.com)Ilustrasi Aktuaris (IST/KabarKampus.com)

PTN terkemuka di Indonesia belum banyak merespons kekurangan itu

Harianjogja.com, SLEMAN-Indonesia masih kekurangan sekitar 1.000 tenaga aktuaris. Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terkemuka di Indonesia belum banyak merespons kekurangan itu dengan berani membuka prodi tersebut. Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama sejumlah PTN lain baru mulai membuka prodi itu pada 2018 mendatang.

Ketua Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI) Rianto Ahmadi Djojosugito menjelaskan, pihaknya mendorong sejumlah perguruan tinggi untuk membuka Prodi Aktuaria karena di Indonesia masih kekurangan SDM aktuaris. Jumlah aktuaris di Indonesia saat ini baru sekitar 500 orang, padahal kebutuhan di Indonesia mencapai 1.500 orang.

Selain itu, industri keuangan saat ini terus meningkat sehingga kebutuhan SDM aktuaris pun mengikuti peningkatan permintaan. Ia menyambut baik sejumlah PTN terkemuka di Indonesia yang pada 2018 mulai membuka prodi tersebut untuk mengatasi kekurangan SDM.

“Kami mendorong kampus bisa membuka prodi aktuaris, tahun ini [2017] lahir di UI. Saya melihat ada beberapa yang mulai buka prodi ini tahun depan, di UGM, ITS dan Unpad,” terangnya dalam acara kuliah umum Pembangunan Sumber Daya Manusia Aktuari di Industri Asuransi di Auditorium FMIPA UGM, Senin (18/12/2017).

Seorang yang berprofesi aktuaris harus mampu menggabungkan ilmu matematika, statistik, komputer, keuangan, untuk problem-problem yang aktual. Modal utama profesi ini adalah harus memiliki kemampuan bidang matematika yang mumpuni.

Deputi Direktur PT Asuransi Jasa Indonesia Nastiti Evia mengatakan, untuk mengantisipasi kebutuhan tenaga aktuaris di industri asuransi, pihaknya bersama PAI menggelar kerja sama dengan UGM melalui program penyelenggaraan perkuliahan penyetaraan profesi aktuaris dan sertifikasi dari PAI. Perkuliahan dilaksanakan di Jakarta dengan mendatangkan dosen dari UGM.

Hingga saat ini, program tersebut telah diikuti 643 peserta dengan jumlah kelulusan yang disetarakan ketentuan PAI sebanyak 150 peserta dari berbagai subjek perkuliahan. Minimnya peserta yang lulus karena dibutuhkan kemampuan yang berkompetensi di bidang tersebut sebelumnya mendapatkan sertifikat profesi aktuaris.

“Ada beberapa mata kuliah penyetaraan ujian PAI di FMIPA UGM yang kami berikan, antara lain Matematika Keuangan, Probabilita dan Statistika, Metoda Statistika, Matematika Aktuaria dan Permodelan dan Teori Risiko,” jelas dia.

Editor: | dalam: Pendidikan |
Menarik Juga ยป