Penerimaan Pajak Diprediksi Meleset Rp130 Triliun dari Target

Hari terakhir pelaporan SPT Wajib Pajak Orang Pribadi di Kantor Pajak Surabaya, Selasa (31/3/2015). (JIBI/Solopos/Antara/ Zabur Karuru)Hari terakhir pelaporan SPT Wajib Pajak Orang Pribadi di Kantor Pajak Surabaya, Selasa (31/3/2015). (JIBI/Solopos/Antara/ Zabur Karuru)

Penerimaan pajak 2017 diprediksi mengalami shortfall sebesar Rp130 triliun.

Harianjogja.com, JAKARTA — Pemerintah memprediksi setoran pajak akan mengalami shortfall dalam rentang senilai Rp110 triliun sampai Rp130 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan saat ini posisi penerimaan pajak sampai dengan 15 Desember 2017 mencapai Rp1.211,5 triliun. Artinya, penerimaan pajak baru 82,3% dari target APBN-P 2017 senilai Rp1.472,7 triliun.

Dia pun memproyeksi dalam satu pekan ke depan masih ada penerimaan tambahan kurang lebih senilai Rp100 triliun. Karena itum potensi shortfall berada pada kisaran Rp100 triliun hingga Rp130 triliun.

“Kami perkirakan dua pekan kedepan masih ada tambahan penerimaan sekitar lebih dari Rp100 triliun, itu sudah diidentifikasikan. Maka estimasi shortfall kita ada di kisaran Rp110-130 triliun,” kata Sri Mulyani di Kemenkeu, Rabu (20/12).

Dia menyebutkan dengan realisasi penerimaan pajak yang sudah mencapai 82,3% besar kemungkinan sampai akhir tahun akan mengikuti pola tahun lalu yakni sebesat 94 sampai 95%. Di sisi lain, dia menegaskan tidak akan melakukan ijon pajak untuk mengejar target.

“Tidak ada ijon karena kami tetap akan disiplin sesuai dengan tata kelola dan para pengusaha juga mendapat kepastian mereka bayar sesuai kewajiban pada 2017.”

Selain penerimaan pajak yang kurang dari target, belanja pemerintah pusat sampai dengan 15 Desember pun baru mencapai Rp1.132,3 triliun atau 84,3% dari target APBN P 2017 Rp1.343,1 triliun. Kendati demikian, Sri Mulyani mengakui bahwa sampai akhir tahun realisasi belanja hanya mencapai 95%.

“Kalau Anda lihat, berarti hanya dalam waktu kurang dari 10 hari kedepan, K/L mungkin sebagian besar akan belanjakan cukup banyak. Tapi biasanya hanya terealisir di bawah 95%. Tapi belanja negara akan banyak terjadi di 10 hari terakhir,” kata dia.

Dalam hal ini tingkat defisit APBN-P sampai dengan akhir tahun dipredikdi mencapai 2,7%. Pasalnya, penerimaan PNBP mengalami surplus senilai Rp34 triliun.

“Outlook akan mencapai Rp34 triliun, maka kekurangan pajak tadi akan dikompensasi PNBP maka shortfall bisa dikelola dengan belanja yang tidak mencapai 100%.”

Editor: | dalam: Ekonomi |
Menarik Juga »