PILKADA JATENG
PDIP Buka Peluang Usung Kembali Ganjar Pranowo

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo seusai bersaksi dalam sidang lanjutan kasus korupsi e-KTP di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat (13/10/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Rosa Panggabean)Gubernur Jateng Ganjar Pranowo seusai bersaksi dalam sidang lanjutan kasus korupsi e-KTP di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat (13/10/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Rosa Panggabean)

PDIP kembali membuka peluang untuk mengusung Ganjar Pranowo di Pilkada Jateng.

Harianjogja.com, JAKARTA — Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengungkapkan besar kemungkinan partainya bakal kembali mengusung Ganjar Pranowo sebagai calon gubernur dalam Pilkada Jawa Tengah (Jateng) 2018. Hasto mengklaim kemungkinan tersebut didasari atas penilaian bahwa Ganjar terbilang berprestasi sebagai Gubernur Jateng.

“Tentu saja kalau dilihat, partai kan terbuka. Tapi pada akhirnya, proses pengambilan keputusan kan melihat banyak aspek. Kami melihat bagaimana Pak Ganjar sebagai incumbent, apakah menjalankan tugas secara baik,” kata Hasto di Hotel Acacia, Jl. Keramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (21/12/2017), dikutip Solopos.com dari Suara.com.

Hasto mengatakan, berdasarkan sejumlah survei, masyarakat Jateng mengapresiasi prestasi yang dicapai Ganjar. “Tentu saja dalam tradisi kepartaian, mereka yang incumbent dan bekerja secara baik mendapat kesempatan, prioritas untuk kembali dicalonkan,” ujar Hasto.

Namun, keputusan tergantung Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. “Tetapi itu adalah kewenangan dari ibu Megawati. Tunggu saja ‘hari H’, yang penting semua calon yang berproses punya peluang sama,” tutur Hasto.

PDIP rencananya mengumumkan pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jateng pada awal Januari 2018. Saat ini, sedikitnya ada dua tokoh yang disebut-sebut berpeluang dicalonkan sebagai calon dari PDIP, yaitu Ganjar Pranowo dan Budi Waseso.

Sementara itu, dua parpol lain yakni PKB dan Gerindra masing-masing telah mengajukan satu calon. PKB ingin mengusung Marwan Jafar dan Gerindra akan mengusung Sudirman Said. Uniknya, kedua mantan menteri Kabinet Kerja Jokowi-JK ini berpeluang untuk berpasangan melawan calon dari PDIP.

Marwan Jafar merupakan mantan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi di Kabinet Kerja Jokowi-JK. Marwan dicopot dari jabatan Mendes PDTT pada 27 Juli 2016 oleh Presiden Joko Widodo, dan digantikan Eko Putro Sandjojo.

Seperti seperti Marwan, Sudirman Said diberhentikan dari jabatannya sebagai Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) pada tanggal yang sama dalam paket reshuffle kabinet yang dilakukan Jokowi.

Editor: | dalam: Politik |
Menarik Juga »