Siswa Harus Yakin Saat Kerjakan Soal Isian Ujian Nasional

Ilustrasi ujian (Halo.co.in)Ilustrasi ujian (Halo.co.in)

Soal isian hanya 10% dari satu paket soal atau empat butir saja

Harianjogja.com, JOGJA-Guru dituntut dapat memberikan pemahaman pada siswa dengan keyakinan dan pengetahuan memadai untuk menjawab soal isian pada Ujian Nasional (UN) 2018 mendatang.

Penerapan soal isian ini segera direspons Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika dengan melakukan pembahasan untuk mempersiapkan pendampingan terhadap siswa. Pengurus Seksi Pendidikan dan Pelatihan MGMP Matematika SMA Kabupaten Sleman Dwi Hartini menyatakan, pihaknya sudah mengetahui rencana akan adanya soal isian di mata pelajaran Matematika dalam UN 2018.

Ia telah mendapatkan informasi soal Matematika IPA dan IPS UN soal isian hanya 10% dari satu paket soal atau empat butir saja. “Sebenarnya, pilihan ganda maupun isian singkat sama saja karena intinya soal Matematika bisa dijawab melalui proses mengerjakan dengan hitungan coretan,” terangnya kepada Harian Jogja, Kamis (21/12/2017).

Meski demikian, pihaknya akan membahas secara khusus bersama MGMP Matematika terkait penerapan soal isian tersebut. Pembahasan itu akan dilakukan jika telah memasuki semester depan. Tetapi, pembahasan dalam jejaring telah dilakukan bahkan ia telah melakukan bersama seluruh guru Matematika seluruh Indonesia.

“Kalau MGMP Sleman mungkin akan dibahas setelah KBM mulai aktif. Perkumpulan guru matematika se-Indonesia, yang Matematika Nusantara itu kami sudha membahas secara daring. Kalau Matematika Nusantara DIY di lingkup DIY sudah kami diskusikan juga sudah kami diskusikan secara daring juga,” terang dia.

Dwi Hartini menilai adanya soal isian singkat membuat siswa harus yakin dengan jawabannya. Pasalnya, tidak ada alternatif lain jawaban layaknya pilihan ganda. Ia menilai dengan soal isian singkat pula, siswa dapat memetakan ketelitian, kecermatan dan kepercayaan diri dalam memecahkan masalah.

Oleh karena itu, guru perlu mempersiapkan beberapa hal, seperti soal latihan isian singkat perlu diperkuat untuk diberikan ke siswa. Selain itu, mendampingi siswa agar yakin dengan jawabannya melalui penekanan pada proses memperoleh jawaban yang tepat dan sesuai aturan. Selain itu, guru harus memberikan bimbingan menulis equation online berbasis latex.

“Hal ini diperlukan untuk mengantisipasi jika jawaban dalam bentuk equation padahal selama ini di kurikulum 2013 siswa tidak mendapatkan pelajaran TIK,” ujar dia.

Editor: | dalam: Pendidikan |
Menarik Juga »