LIGA SPANYOL
Berizzo, Kanker & Ironi Desember

Eduardo Berizzo (JIBI/SOLOPOS/Reuters)

Liga Spanyol diwarnai dengan Sevilla yang memecat Eduardo Berizzo.

Harianjogja.com, SEVILLA – Sevilla adalah jaminan permainan menawan. Hal itu setidaknya terjadi dalam 10 tahun terakhir saat tim dari Andalusia itu konsisten di papan atas Liga Primera Spanyol.

Posisi lima besar bisa dibilang sebuah keniscayaan bagi klub berjuluk Los Nervionenses ini di akhir musim. Belakangan trofi Liga Europa juga lekat dengan Sevilla setelah tim tersebut meraihnya empat kali sejak tahun 2006.

Musim ini predikat tim kuat seperti tak tergoyahkan setelah Vitolo dkk. meraih empat kemenangan dari lima laga awal Liga Primera Spanyol. Publik menyanjung Eduardo Berizzo sebagai pelatih baru yang menjanjikan. Namun setelah dibekuk Atletico Madrid 0-2 di pekan kelima, 23 September 2017, permainan Sevilla menjadi kurang konsisten.

Beberapa kali mereka bahkan dibantai tim lain seperti Valencia (0-4) dan Spartak Moskow (1-5) pada bulan Oktober 2017. Sempat membaik di bulan November 2017 dengan meraih empat kemenangan dari enam laga di semua ajang, termasuk hasil seri 3-3 melawan Liverpool di Liga Champions setelah sempat tertinggal 0-3, Sevilla kembali terjun bebas di bulan Desember 2017.

Puncaknya Berizzo harus ditendang setelah mereka ditekuk Real Sociedad 1-3 di Liga Spanyol, Kamis (21/12/2017). Itu adalah kegagalan keempat beruntun Berizzo memenangi laga di semua ajang.

Jika melihat tabel klasemen, Sevilla sebenarnya masih dalam posisi ideal yakni peringkat lima. Mereka hanya berjarak dua poin dari Real Madrid di zona Liga Champions. Pandangan kurang respek pun diberikan sejumlah pihak pada Sevilla karena dinilai semena-mena memecat pelatih.

Terlebih Berizzo baru saja menyelesaikan operasi kanker prostat sepekan lalu. Eks Entrenador Celta Vigo ini memang didiagnosis mengidap penyakit berbahaya itu akhir November 2017.

“Lihatlah, Berizzo dipecat sebagai manajer Sevilla. Sepekan setelah dia kembali ke tim dari operasi kanker prostat,” sindir Robbie Dunne, jurnalis media Spanyol, As, dilansir Bleacher Report, Sabtu (23/12/2017).

Jurnalis Football Espana, Colin Millar, juga tak habis pikir dengan keputusan Sevilla mendepak pelatihnya di tengah jalan. Berizzo disebut menerima kado yang amat buruk jelang perayaan Natal. “Ada yang sangat-sangat salah dengan hal ini,” tutur Millar.

Namun Sevilla tetap bergeming. Dengan investasi 65 juta euro yang sudah digelontorkan, Berizzo dinilai gagal menjawab ekspektasi petinggi klub. Tak ingin larut dengan polemik, Los Nervionenses langsung membidik sejumlah figur untuk mengisi kursi pelatih.

Nama-nama seperti Javi Garcia, Luis Enrique hingga Laurent Blanc masuk menjadi kandidat pengganti Berizzo. “Sevilla sudah memulai pembicaraan soal mengangkat pelatih baru. Kami berharap bisa berlatih [dengan pelatih baru] setelah libur Natal,” demikian pernyataan klub dilansir Football Espana.

Editor: | dalam: Spanyol |
Menarik Juga »