Mi Instan Buruk Bagi Kesehatan? Begini Alasannya

Ilustrasi mi instan (Mercola.com)Ilustrasi mi instan (Mercola.com)

Mi instan sering dianggap buruk bagi kesehatan dengan sejumlah alasan.

Harianjogja.com, JAKARTA — Mi instan adalah makanan favorit bagi semua orang di semua kategori usia. Sering jadi camilan, makan siang, makan malam, mi adalah menu yang sempurna.

Mi instan mengandung karbohidrat yang berlebih yang akan dikonversi menjadi gula. Namun, jika tidak diolah secara sempurna oleh tubuh, kandungan tersebut akan berakhir menjadi lemak dalam tubuh.

Kandungan nutrisi (selain karbohidrat) pada mi instan juga sangat rendah dan tidak dianjurkan untuk digunakan sebagai makanan pokok. Konsumsi mi secara rutin mengarah pada pola makan yang buruk dan meningkatkan risiko sindrom metabolisme.

Meskipun, murah dan gampang untuk dimasak, mi instan memiliki dampak negatif bagi kesehatan tubuh. Pasalnya, mi instan memiliki kandungan lemak, kalori, sodium, pengawet, dan perasa yang tinggi.

Mengutip boldsky.com, berikut ini 11 alasan mengapa mie merupakan makanan yang buruk bagi kesehatan

1. Mi instan memiliki kandungan serat dan protein yang rendah yang mengakibatkan kenaikan berlebih pada berat badan.
2. Mi instan menyebabkan sindrom metabolisme. Sebuah penelitian menemukan bahwa seorang wanita yang makan mi instan dua kali dalam satu minggu memiliki risiko terkena sindrom metabolik daripada orang yang makan mi instan kurang dari itu
3. Mi instan dibuat dari tepung Maida yang tidak bagi kesehatan karena membutuhkan proses yang tinggi ketika membuatnya. Tepung Maida penuh dengan bahan pengawet dan rendah nutrisi.
4. Mi instan memiliki banyak lemak di dalamnya karena termasuk dalam golongan makanan dengan proses terburuk yang dipenuhi oleh asam lemak jenuh. Mi instan juga mengandung lemak nabati, gula, gula sirup, dan penambah rasa yang buruk bagi kesehatan.
5. Mi instan mengandung banyak bahan penambah rasa atau MSG yang menyebabkan obesitas, meningkatkan tekanan darah, dan pusing.
6. Mi instan mengandung bahan sodium yang berakibat negatif kepada orang yang sensitive terhadap garam
7. Mi instan mengarah ke pola makan yang buruk. Akibat mie, manusia akan kekurangan nutrisi penting bagi tubuh. Mi instan juga secara signifikan mengurangi asupan vitamin A,C, dan kalsium, dan zat besi
8. Anak-anak yang mengonsumsi mi instan tidak akan memiliki kemampuan dalam menyerap nutrisi dari makanan lainnya.
9. Konsumsi mie yang berlebihan akan mengakibatkan obesitas
11. Mi instan mengandung propylene glycol yang merupakan bahan anti pembekuan yang mempertahankan mie supaya tetap lembab. Jika zat ini diserap oleh tubuh, maka berpotensi menyebabkan kerusakan pada hati, paru-paru, dan jantung.

Editor: | dalam: Kuliner |
Menarik Juga ยป