PILPRES 2019
Dukung Jokowi, PPP Ingin Cawapres Santri

Presiden Jokowi (tengah) berbincang dengan santri disaksikan Ketua Jatman Habib Muhammad Luthfi bin Yahya (kiri) saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, di Pekalongan, Jateng, Minggu (8/1/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Harviyan Perdana Putra)Presiden Jokowi (tengah) berbincang dengan santri disaksikan Ketua Jatman Habib Muhammad Luthfi bin Yahya (kiri) saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, di Pekalongan, Jateng, Minggu (8/1/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Harviyan Perdana Putra)

PPP meminta Jokowi menggandeng cawapres dari kalangan santri untuk Pilpres 2019.

Harianjogja.com, JAKARTA — Partai Persatuan Pembangunan (PPP) telah memastikan untuk tetap mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019. PPP berharap calon wakil presidennya berasal dari kalangan santri.

“Cawapres kami serahkan ke Pak Jokowi karena PPP tidak punya usulan nama, tapi kami berharap agar wapresnya Pak Jokowi berasal dari kalangan santri,” ujar Sekjen PPP Arsul Sani kepada wartawan, Senin (26/12/2017).

Dia menjelaskan bahwa alasan PPP mengharapkan cawapres Jokowi datang dari kalangan santri lantaran Jokowi dikenal sebagai sosok yang memiliki label nasionalis-religius. Hanya saja Arsul belum bisa menyebut siapa sosok yang diharapkan sebagai cawapres Jokowi yang akan diusung oleh PPP.

“Cawapresnya Terserah Pak Jokowi. Kami serahkan ke beliau mau diambil dari kalangan NU atau Muhammadiyah, monggo. Hal ini tentu sudah kami sampaikan ke Pak Jokowi,” ujarya. Dia menambahkan bahwa berdasarkan putusan Mukernas, pihaknya akan mengusung pencalonan kembali Presiden Jokowi pada pemilu mendatang.

Selain PPP, Partai Nasdem, Golkar, dan Hanura telah memutuskan untuk mengusung Presiden Jokowi untuk maju pada Pilpres 2019. Meski belum resmi, sejumlah elemen di tubuh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mulai menyebut-nyebut nama sang Ketua Umum Muhaimin Iskandar sebagai calon pendamping Jokowi pada Pilpres mendatang. Namun sebagian lagi mendorong cak Imin sebagai capres pada pemilu mendatang.

Editor: | dalam: Politik |
Menarik Juga »