Inilah Penyebab Kota Solo Jadi "Rumah Kedua" Film Laris Ibu Kota

Pemain film One Fine Day Michelle Ziudith (kiri) dan Jefri Nichol menyapa penggemar saat Meet and Greet One Fine Day di Atrium The Park Mall, Solo Baru, Sukoharjo, Jumat (20/10/2017). (Nicolous Irawan/JIBI/Solopos)Pemain film One Fine Day Michelle Ziudith (kiri) dan Jefri Nichol menyapa penggemar saat Meet and Greet One Fine Day di Atrium The Park Mall, Solo Baru, Sukoharjo, Jumat (20/10/2017). (Nicolous Irawan/JIBI/Solopos)

Kota Solo menjadi salah satu tujuan promosi film laris.

Harianjogja.com, SOLO — Tiga tahun terakhir Kota Solo dan sekitarnya menjadi salah satu tujuan promosi film Ibu Kota. Sebut saja Pengabdi Setan, Jailangkung, Surga yang Tak Dirindukan 2, Critical Eleven, dan Sweet 20 yang semuanya masuk dalam tangga teratas film penonton terbanyak versi FilmIndonesia.or.id dipromosikan di Kota Bengawan.

Semangat para rumah produksi dan selebritas berbanding lurus dengan antusiasme penggemar mereka di Kota Bengawan. Promosi film Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 2 beberapa waktu lalu bahkan menyita perhatian ribuan penggemar yang tersebar di semua lantai The Park Solo Mall Solo Baru di Grogol Sukoharjo.

Penonton menunggui para pemeran utama film terlaris kedua 2017 tersebut yang hanya singgah beberapa menit. “Solo benar-benar luar biasa. Kalau filmnya sudah tayang kami akan ke sini lagi ya,” janji salah satu tokoh utama Vino G. Sebastian kala itu.

Deretan film yang digarap Screenplay Film pun demikian. Sebut saja London Love Story 2, One Find Day, dan Promise yang dibintangi selebritas muda seperti Michelle Ziudith, Jefri Nichol, dan Dimas Anggara. Ketika acara meet and greet, semua pemeran disambut hangat ratusan penggemar mereka.

Michelle Ziudith saat berbincang dengan wartawan di Solo Square September lalu mengatakan bahkan sampai pingsan ketika promosi film di Solo. “Pas itu ramai banget. Satpam mau mengamankan malah kepalan tangannya kena mukaku. Sakit banget langsung pusing dan pingsan saat itu,” kenangnya.

Kejadian yang dialami Michelle Ziudith tak membuatnya jera. Ia malah selalu mengajukan Solo sebagai kota tujuan promosi. Selain sambutan meriah saat off air, jumlah penonton film di bioskop juga terbilang lumayan.

Director Sinemata Marketing Film Agency yang biasa menangani promosi Screenplay, Aris Muda, membenarkan hal tersebut. Saat diwawancarai, Selasa (26/12/2017), ia mengatakan tingkat keramaian meet and greet di Solo sejauh ini masih berbanding lurus dengan jumlah pembeli tiket bioskop. Hal itu yang menjadi pertimbangannya dan para rumah produksi untuk datang kembali.

Berdasarkan data yang mereka miliki Solo masuk dalam layer kedua tujuan promosi berjajar dengan Makassar, Surabaya, Jogja, dan Semarang. Layer pertama di wilayah Jabodetabek, dan Bandung yang memiliki lebih dari 10 titik pemutaran film.

Jumlah layar bioskop merupakan salah satu pertimbangan pemilihan tujuan promosi. Selain antusiasme meet and greet, jumlah penggemar, serta pengaruh media massa setempat. “Solo menjadi salah satu kota yang diperhitungkan sejak dua tahun terakhir. Setelah jumlah layar bioskop terus bertambah,” kata Aris.

Tak hanya promosi setelah rilis, Solo beberapa kali menjadi lokasi gala premier seperti Kartini, Night Bus, dan Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 2. Namun tidak semua acara meet and greet diserbu penggemar. Film Night Bus dan Pengabdi Setan misalnya sepi pengunjung. Bahkan Night Bus yang menjadi film terbaik FFI 2017 hanya dihadiri kurang dari 25 orang disusul minimnya jumlah penonton di layar bioskop.

Berbeda dengan Pengabdi Setan. Meski meet and greet tak disambut hangat, jumlah penonton Pengabdi Setan di layar lebar terus bertambah. “Keren loh, bukan ibu kota besar tapi punya tenam titik pemutaran. Kalau tahun depan ya pastinya akan lebih ramai lagi,” kata Aris.

 

Editor: | dalam: Layar |
Menarik Juga »