Talut Setinggi 7 Meter di Karanganyar Longsor, 3 Rumah Warga Turut Ambrol

Warga mengamati tanah longsor di Dusun Ngudal RT 003/RW 010, Nglebak, Tawangmangu, yang dilanda longsor, Rabu (27/12/2017). (Ponco Suseno/JIBI/Solopos)Warga mengamati tanah longsor di Dusun Ngudal RT 003/RW 010, Nglebak, Tawangmangu, yang dilanda longsor, Rabu (27/12/2017). (Ponco Suseno/JIBI/Solopos)

Talut setinggi 7 meter di Tawangmangu, Karanganyar, longsor membuat tiga rumah ambrol.

Harianjogja.com, KARANGANYAR — Talut setinggi 7 meter di Dusun Ngudal RT 003/RW 010, Nglebak, Tawangmangu, Karanganyar, longsor pada Rabu (27/12/2017) pukul 06.00 WIB. Tiga rumah milik warga ikut ambrol terbawa longsor tersebut.

Tak ada korban jiwa, sedangkan kerugian material ditaksir mencapai Rp125 juta akibat kerusakan di bagian dapur milik tiga warga tersebut. Selain di Tawangmangu, longsor juga terjadi di Karangpandan pada hari yang sama.

Di Karangpandan, longsor melanda rumah warga dan pagar vila. Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, tanah longsor di Nglebak, Tawangmangu, diawali hujan deras yang mengguyur daerah itu mulai Selasa (26/12/2017) malam hingga Rabu pagi. Hal itu mengakibatkan talut setinggi 7 meter di Nglebak ambrol.

Di atas talut itu berdiri dapur dan kamar mandi milik warga setempat, yakni Paimin, 51; Sugiyem, 65, dan Ngadiyem, 70. Luas dapur dan kamar mandi milik tiga warga itu sekitar 4 meter x 14 meter. Paimin, Sugiyem, dan Ngadiyem diketahui masih memiliki hubungan keluarga.

Rumah mereka yang tak jaduh dari Kali Dul Nglebak itu saling berdekatan. “Saat ambrol tadi pagi, kondisi di sini masih gerimis. Suaranya bergemuruh. Kami langsung berlarian ke luar rumah. Rumah saya, Bu Sugiyem, dan Bu Ngadiyem berada di ketinggian [kurang lebih tujuh meter]. Di belakang rumah, terdapat beberapa tanaman salak. Reruntuhan itu ngebruki [menimpa] tanaman salak di belakang rumah. Sebelum kejadian ini, tanah di dekat rumah Bu Ngadiyem juga pernah longsor,” kata Paimin yang juga Ketua RT 003 itu saat ditemui Solopos.com di rumahnya, Rabu.

Hal senada dijelaskan anak Sugiyem, Karti, 35. Longsor yang melanda rumahnya sempat mengagetkan seisi rumah.

“Semua berhamburan keluar rumah. Tak sempat menyelamatkan barang-barang. Untungnya tak ada korban jiwa. Untuk sementara kami mengungsi ke rumah tetangga terlebih dahulu,” katanya.

Rumah milik Paimin dihuni lima orang, rumah Sugiyem juga dihuni lima orang, sedangkan rumah Ngadiyem ditempati empat orang. Kapolsek Tawangmangu, AKP Riyanto, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Henik Maryanto, langsung mengecek kondisi longsor di Nglebak.

Guna menghindari korban jiwa, polisi melarang pemilik rumah menempati rumah yang terdampak longsor itu. “Sementara waktu ini rumah milik tiga warga itu kami beri garis polisi terlebih dahulu,” katanya.

Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Tawangmangu, Agus D., mengatakan kawasan Nglebak tergolong daerah rawan longsor. “Kejadian di Nglebak sudah kami laporkan ke pihak terkait. Daerah Tawangmangu yang dikenal rawan longsor itu di antaranya Tengklik. Kami sudah mewaspadai hal itu,” katanya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Bambang Jatmiko, mengatakan longsor di Tawangmangu sudah diprediksi jauh-jauh hari. BPBD Karanganyar sudah menyosialisasikan ke warga pentingnya bersiaga di musim hujan.

“Tiga-empat hari terakhir tak turun hujan di Tawangmangu dan sekitarnya. Kalau seperti itu, biasanya akan terjadi hujan deras. Ketika hujan deras semalaman, potensi longsor akan besar. Ini semua sudah kami sosialisasikan ke warga,” katanya.

Sedangkan longsor di Karangpandan, Bambang Djatmiko menyebut wilayah terdampak adalah Ngejring, RT 001 dan RT 002/RW 011, Girimulyo, Karangpandan. “Longsor di Karangpandan juga tak ada korban jiwa. Longsor di Karangpandan menimpa pagar vila milik Pak Rusdi Sungkar, 85 dan rumah warga milik Karyo Pawiro, 70,” katanya.

Editor: | dalam: Karanganyar |
Menarik Juga »