Belasan SMK DIY Ajukan Prodi Baru

Ilustasi pendidikan (JIBI/Dok)Ilustasi pendidikan (JIBI/Dok)

Hingga akhir Desember 2017 sudah ada 12 sekolah yang mengajukan permohonan

Harianjogja.com, JOGJA-Sebanyak 12 sekolah jenjang SMK mengajukan pembukaan program studi (prodi) baru ke Disdikpora DIY selama 2017. Belasan prodi yang diajukan tersebut seluruhnya sudah ada di SMK lain. Proses verifikasi akan dilakukan pada awal 2018.

Kepala Disdikpora DIY Kadarmanta Baskara Aji mengakui adanya sejumlah sekolah yang mengajukan permohonan pembukaan jurusan baru. Namun, jurusan tersebut bukan baru dalam dunia usaha dan dunia industri (Dudi), melainkan sebelumnya sudah ada sekolah yang membuka jurusan yang sama.

“Misalnya ada yang mau membuka jurusan akomodasi perhotelan, jurusan tata busana, jurusan teknik mesin. Itu sudah ada di tempat lain, tetapi karena peminat banyak, akhirnya sekolah ini membuka jurusan tersebut karena belum ada,” terangnya, Rabu (27/12/2017).

Aji menambahkan, hingga akhir Desember 2017 sudah ada 12 sekolah yang mengajukan permohonan penambahan jurusan baru. Pada awal 2018, Disdikpora DIY akan melakukan verifikasi terhadap kesiapan sekolah tersebut, dengan mempertimbangkan sumber daya sekolah seperti ketersediaan guru pengajar, laboratorium, ruang kelas. Hingga kurikulum yang disiapkan harus sudah bekerjasama dengan Dudi menjadi persyaratan untuk disetujuianya pembukaan jurusan baru.

Selain persyaratan tersebut di atas, pihaknya juga akan melihat peta sekolah di sekitarnya. Serta jumlah siswa yang belum tertampung kemudian kondisi prodi yang sama di sekolah sekitarnya, apakah masih kosong atau sudah tidak dapat menampung. Jika sekitar sekolah tersebut belum ada jurusan yang diajukan untuk dibuka, akan menjadi pertimbangan tersendiri.

Sebanyak 12 sekolah itu terdiri atas negeri dan swasta, tetapi lebih banyak yang swasta dengan lokasi tersebar di seluruh DIY. “Yang sekarang sudah mengajukan ada 12 sekolah. Awal tahun akan diverifikasi, kalau sudah memenuhi syarat kemudian izin dikeluarkan Gubernur, tahun ajaran depan [2018/2019] sudah bisa terima siswa,” imbuhnya.

Ia optimistis sekolah yang mengajukan pembukaan program baru telah menyiapkan sumber daya sekolah sebagai bentuk kesiapan mereka. Ia menegaskan, pembukaan jurusan baru tersebut harus lebih baik dari jurusan yang ada di sekolah lain.

“Kalau membukan program baru tetapi tidak lebih baik dibandingkan sekolah atau program yang sudah ada di sekolah lain ya nggak usah [membuka]. Harus punya kelebihan, kalau hanya sekadar sama, mbok biar ditampung di sekolah lain saja” tegas dia.

Editor: | dalam: Pendidikan |
Menarik Juga »