Gedung Ramah Lingkungan UMY Beroperasi Awal 2018

Logo UMY

Pembangunan gedung baru itu saat ini telah mencapai tahap akhir

Harianjogja.com, BANTUL-Gedung Admisi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang dibangun dengan konsep green building akan dioperasikan pada awal 2018. Pembangunan gedung baru itu saat ini telah mencapai tahap akhir penyempurnaan.

Rektor UMY Gunawan Budiyanto menjelaskan, gedung yang sudah direncanakan selama dua tahun itu diharapkan dapat beroperasi pada awal 2018, sebagai pusat kegiatan penerimaan mahasiswa baru (Penmaru) dan pusat informasi UMY bagi masyarakat. Konsep yang diterapkan pada gedung itu adalah ramah lingkungan dan mampu menghemat penggunaan energi.

“Dalam penggunaan gedung ini, meminimalkan konsumsi energi, low cost energy building,” terangnya dalam rilis yang diterima Harian Jogja, Kamis (28/12/2017).

Ia menambahkan, untuk menghemat energi, memanfaatkan teknologi terbaru yang mampu menghemat energi, pendingin ruangan VRV (variable refrigerant volume), lampu LED dan juga penggunaan kaca dengan emisi rendah. Selain itu, menerapkan sistem daur ulang untuk air limbah penggunaan air sehari-hari dari wastafel dan toilet.

Baca juga : Bakal Ada Gedung Ramah Lingkungan di UMY, Seperti Apa?

Gunawan menyampaikan, gedung tersebut nantinya akan diajukan ke Green Building Council untuk dinilai. Penilaian dilakukan mulai dari desain, pengerjaan konstruksi hingga seluruh proses pelaksanaan selesai. Pihaknya menarget predikat Greenship Platinum untuk bangunan baru.

“Saya optimistis untuk ini karena dalam proses pembangunan kita sudah sangat memperhatikan aspek hijau. Bahkan, limbah dari proses konstruksi sudah sangat minimal, sehingga pembangunan dilaksanakan dengan bersih,” kata Rektor.

Pimpinan Proyek Green Building UMY Sri Atmaja menambahkan, gedung itu juga dilengkapi fasilitas ramah terhadap masyarakat. Lantai satu gedung itu akan digunakan sebagai pusat kegiatan penerimaan mahasiswa baru dengan menyediakan ruang tunggu yang luas untuk orang tua calon mahasiswa. Sekaligus tersedia ruang utilitas yang dapat dimanfaatkan oleh pengunjung, seperti mesin fotokopi yang bisa langsung dimanfaatkan.

Gedung tersebut juga menyediakan fasilitas ramah difabel seperti membuat jalur khusus untuk pengguna kursi roda dan menggunakan pintu otomatis yang dilengkapi sensor. Serta ruang ujian dan toilet yang khusus untuk yang membutuhkan. “Gedung ini juga gedung pertama yang dilengkapi dengan ruang laktasi untuk ibu menyusui,” imbuh dia.

Editor: | dalam: Pendidikan |
Menarik Juga »