Trio RIP Manchester United Benar-Benar Tamat

Romelu Lukaku (JIBI/Reuters/Carl Recine)

Trio RIP Manchester United semula digadang-gadang menjadi andalah klub Setan Merah itu.

Harianjogja.com, MANCHESTER — Burnley boleh jadi gentar sebelum bertanding saat melawat ke markas Manchester United (MU) di Old Trafford, Selasa (26/12/2017) malam WIB. Di Liga Premier, United memang sangat kuat di kandang dengan torehan delapan kemenangan dari 10 pertandingan. Namun tak hanya itu yang bisa membuat tim tamu ngeper.

Jose Mourinho membuat “terobosan” dengan menurunkan pemain-pemain supernya yakni Romelu Lukaku, Zlatan Ibrahimovic dan Paul Pogba sebagai starter. Itu kali pertama Mou menurunkan mereka secara bersamaan dalam sebuah laga. Pelatih asal Portugal ini tentu berharap daya ledak optimal untuk menjinakkan Burnley yang belakangan sangat sulit dikalahkan.

Namun harapan tinggal harapan. Kehadiran tiga pemain yang oleh sejumlah media dijuluki Trio RIP (Romelu, Ibrahimovic dan Pogba) ini gagal bersinar. Dulu singkatan itu pernah dipakai untuk trisula MU yakni Wayne Rooney, Ibrahimovic, Pogba.

Meski namanya terkesan angker, RIP (Rest in Peace), mereka sendiri yang justru mati kutu melihat permainan tim tamu. Ibrahimovic yang berperan sebagai second striker bahkan ditarik saat pergantian babak karena gagal berkembang.

Alih-alih menopang Lukaku, Ibra hanya mampu melepaskan satu tembakan, itupun tak tepat sasaran. Lukaku juga sama buruknya karena hanya mencatat satu tendangan off target.

Amburadul

Di babak pertama, permainan United memang amburadul dan harus tertinggal 0-2 lewat gol Ashley Barnes dan Steven Defour. Beruntung Jesse Lingard yang menggantikan Ibra mampu menyelamatkan muka United lewat dua golnya di babak kedua.

Eks gelandang Timnas Inggris, Danny Murphy, menilai keputusan Mourinho memainkan Ibra dan Lukaku terbukti tak efektif. Dia menyebut keduanya terlalu berjauhan dan tak berkombinasi dengan baik. “Ketika Lingard masuk, dia menjadi pembeda besar seperti halnya Henrikh Mkhitaryan,” ujarnya dilansir Express, Rabu (27/12/2017).

Meski belakangan kerap dikritik karena inkonsisten, Lingard nyatanya menjadi salah satu pemain yang berkontribusi optimal bagi tim. Winger 25 tahun itu telah terlibat dalam sembilan gol MU di Liga Premier (lima gol, empat assist) dari 16 pertandingan. Rasio ini meningkat pesat dibanding tiga musim terakhir ketika dia hanya mampu mencetak delapan gol dari 51 penampilan.

Mourinho pun membeberkan alasannya mengganti Ibrahimovic dengan Lingard di babak kedua. Dia menyebut tipe Ibra lebih ke striker posisional sehingga kurang efektif menembus pertahanan gerendel Burnley.

“Saya memutuskan pergi dengan Mkhitaryan, Lingard dan Juan Mata untuk menopang Lukaku. Anda bisa mengatakan kami sukses, tapi tentu kami kecewa karena telah kehilangan dua poin,” ujarnya.

 

 

Editor: | dalam: Inggris |
Menarik Juga »