Ribuan Warga Israel Berdoa Minta Hujan Setelah 4 Tahun Kekeringan

Ilustrasi warga Israel berdoa (Xinhuanet.com)Ilustrasi warga Israel berdoa (Xinhuanet.com)

Ribuan warga Israel berdoa meminta hujan di Tembok Ratapan setelah empat tahun dilanda kekeringan.

Harianjogja.com, YERUSALEM – Lebih dari 2.500 orang Israel berkumpul di Tembok Ratapan, Yerusalem, untuk melakukan doa bersama. Mereka memanjatkan doa kepada Tuhan untuk menurunkan hujan agar kekeringan yang melanda segera berakhir.

Acara doa bersama itu turut dihadiri Menteri Pertanian Israel, Uri Ariel, Ketua Serikat Petani Israel, dan tokoh agama yang diwakili David Lau dan Yitzhak Yosef. Sejak empat tahun terakhir, Israel mengalami kekeringan sangat parah. Ini adalah kekeringan terburuk selama 40 tahun terakhir yang membuat warga sengsara.

Uri Ariel yang merupakan penganut Yahudi Ortodoks mengatakan doa bersama merupakan salah satu cara paling ampuh untuk memohon hujan. Sebab, menurut ramalan cuaca, Israel harus bersiap menghadapi musim dingin yang kering.

“Kita telah mengalami kekeringan yang cukup parah selama beberapa tahun terakhir. Kini, kita harus kembali bersiap menghadapi musim dingin yang tidak jauh berbeda dengan musim kering. Itulah sebabnya acara doa bersama ini digelar. Saya sangat senang masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka bahkan telah membawa payung guna mengantisipasi turunnya hujan,” kata Uri Ariel seperti diwartakan The Guardian, Jumat (29/12/2017).

Sebagai menteri, Uri Ariel memiliki kewenangan pengelolaan air. Namun, dia mencoba menyeimbangkan ilmu pengetahuan dan pendekatan spiritual dengan mengajak para tokoh agama dalam acara doa bersama.

“Kami telah melakukan berbagai penelitian untuk menghemat air dalam pertanian. Tapi, saya yakin doa bisa membantu menyelesaikan masalah,” tegasnya.

Doa bersama digelar di Tembok Ratapan, kawasan Kota Tua, Yerusalem, Israel. Tempat itu merupakan situs suci bagi warga Yahudi untuk berdoa. Mereka membaca doa khusus untuk mengakhiri kekeringan berkepanjangan yang terjadi di Israel.

Acara itu mendapat sorotan dari sejumlah media massa lokal di Israel. Mereka beranggapan semestinya Uri Ariel berfokus pada kebijakan untuk mengatasi perubahan iklim. “Berdoa bukan hal yang buruk. Tapi, menteri bisa menggunakan pengaruhnya untuk melakukan pendekatan yang lebih duniawi,” demikian sepenggal kritik yang dilontarkan kepada Uri Ariel.

Berbagai kritik ini ditanggapi Uri Ariel dengan santai. Dia menegaskan bukan orang yang mengandalkan keajaiban. Selain mengajak berdoa, dia juga telah melakukan beragam cara untuk mengatasi kekeringan di Israel.

“Doa tidak merugikan siapapun. Malahan, hal ini bisa membantu. Saya telah melakukan beragam cara untuk menemukan sumber air, salah satunya dengan mengebor sumur di Dataran Tinggi Golan dan Galilee. Selain itu, pemerintah juga telah instalasi desalinasi air laut di kawasan pantai Mediterania,” tegas Uri Ariel.

Editor: | dalam: Internasional |
Menarik Juga »