Wow, Karya Ilmiah Dosen UAD Posisi Ketiga Versi Sinta

Menteri Kesehatan Nila Djuwita F. Moeloek saat memberikan kuliah umum dalam Milad UAD ke-57, Sabtu (30/12/2017). (Harian Jogja/Sunartono)Menteri Kesehatan Nila Djuwita F. Moeloek saat memberikan kuliah umum dalam Milad UAD ke-57, Sabtu (30/12/2017). (Harian Jogja/Sunartono)

Jurnal Telkomnika milik UAD menjadi terbaik nasional dan terindeks Scopus

Harianjogja.com, JOGJA-Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Jogja terus berupaya menggenjot jumlah karya tulis ilmiah dosen yang termuat di jurnal internasional bereputasi atau terindeks Scopus. Salah satu dosen kampus ini berhasil menembus urutan ketiga versi pusat indeks sitasi dan kepakaran di Indonesia, Science and Technology (Sinta) Kemenristekdikti.

Adalah Tutut Herawan yang tercatat sebagai dosen UAD berada di urutan ketiga di bawah Susanto Rahardja dari STMIK Raharja dan di atas Ferry Iskandar dari ITB. Tutut mencatatkan skor 113,24 dengan rincian karya terindeks Scopus dengan skor 17 dan Google Schoolar dengan skot 22. Selain Tutut, ada Tole Sutikno yang juga dosen UAD berada di 50 besar author versi Sinta dengan skor 11 untuk Scopus dan Google dengan skor 17.

“Selain itu UAD mendapatkan kepercayaan dari Kemenristekdikti untuk mengembangkan Sinta di Indonesua yang dilaksanakan oleh dosen kami, Tole Sutikno, Ali Tarmuji dan Herman Yuliansah,” terang Rektor UAD Kasiyarno dalam laporan tahunan Rektor dalam Milad ke-57 UAD, di Kampus 1 UAD, Jalan Kapas, Umbulharjo, Jogja, Sabtu (30/12/2017).

Ia menambahkan, Jurnal Telkomnika milik UAD menjadi terbaik nasional dan terindeks Scopus dari 25 jurnal di Indonesia. Jurnal itu telah menerima pengharga selama empat tahun berturut-turut sebagai jurnal internasional bereputasi. Karena itulah, Ditjen Risbang Kemenristekdikti mempercayakan UAD sebagai host acara Workshop Indonesian Jorunal Editors yang mengajukan pengindeksan ke Scopus.

“Jumlah artikel kami pada jurnal internasional terus meningkat, jika pada 2016 hanya 69 judul, di 2017 ada 92 judul yang termual di jurnal internasional bereputasi,” tegasnya. Kampus ini menggelontorkan dana Rp8,4 miliar untuk penelitian baik sumber dari internal maupun Kemenristekdikti.

Kasiyarno mengatakan, pusat riset Cirnov UAD juga telah menunjukkan reputasinya dalam kekuatan riset bertaraf internasional. Bersama dengan PT Pindad, Pustekbang Lapan, Cirnov UAD melakukan penelitian bidang teknologi Hankam yang memiliki efek diteren, teknologi tinggi, rumit dan penuh proteksi.

“Pada 19 November 2017, telah berhasil melakukan uji tembak roket kendali atau rudal kaliber 70 dengan nama Cirnov untuk kategori sasaran rudal anti pesawat tempur dan rudal anti tank yang pertama kali di Indonesia,” kata dia.

Kasiyarno menegaskan, saat ini pihaknya tengah mengupayakan izin dibukanya Fakultas Kedokteran.

Dalam kesempatan itu, Menteri Kesehatan Nila Djuwita F. Moeloek meminta UAD dalam mendukung program pemerintah dalam mengubah paradigma sehat menuju Indonesia sehat, terutama menyadarkan tentang kesehatan. UAD, kata Nila, memiliki SDM yang merupakan investasi, bukan menjadi beban bangsa namun justru merupakan aset bangsa. Kesehatan sebagai isu utama politik harus diangkat ke atas utk mewujudkan masyarakat yang sejahtera makmur agar menjadi bangsa kuat.

Nila berharap institusi UAD memberikan penghargaan kepada SDMnya yang secara khusus memiliki kemampuan dalam mendukung sektor kesehatan dan lingkungan. Ia mengapresiasi, kondisi ruangan auditorium kampus yang tidak menggunakan AC. “Ruangan ini tanpa AC, hemat energi, barangkali tahun depan UAD bisa memberi penghargaan kepada SDM-SDM terkait dengan ini,” tegas dia.

Editor: | dalam: Pendidikan |
Menarik Juga ยป