Palestina Ajak Negara Arab Boikot Produk AS dan Sekutunya

Menteri Luar Negeri Israel, Riyad Al Malki (Palestine News Network)Menteri Luar Negeri Israel, Riyad Al Malki (Palestine News Network)

Pemerintah Palestina mengajak negara Arab memboikot produk Amerika Serikat dan sekutunya.

Harianjogja.com, SOLO – Menteri Luar Negeri Palestina, Riyad Al Malki, berniat memboikot produk dari Amerika Serikat dan negara sekutunya yang berniat memindahkan kantor kedutaan besar di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem. Dia juga telah meminta lima negara Arab melakukan hal serupa.

Rencana ini dibuat sebagai protes atas keputusan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Dikutip Solopos.com dari Palestine News Network, Sabtu (30/12/2017), Riyad Al Malki telah mengirimkan surat permintaan secara resmi kepada lima negara Arab tersebut yang bakal berpartisipasi dalam pertemuan di Amman, Yordania pada 6 Januari 2018 mendatang.

Dalam sebuah wawancara bersama radio Voice of Palestine, Riyad Al Malki menyampaikan agenda dalam pertemuan di Yordania yang bakal membahas soal rencana mendesak Amerika Serikat mencabut keputusan soal status Yerusalem. Selain itu, dia juga bakal menyampaikan rencana pemboikotan di sektor politik dan ekonomi terhadap negara-negara yang hendak memindahkan kantor kedutaan besar di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Menurut Riyad Al Malki, jika negara-negara Arab ikut melakukan boikot, maka secara perlahan sekutu Amerika Serikat, khususnya Guatemala, akan mengalami kerugian dalam sektor ekonomi. Baru-baru ini, pemerintah Guatemala mengumumkan rencana pemindahan kantor kedutaan besar mereka di Israel yang berada di Tel Aviv ke Yerusalem. Riyad Al Malki meyakini Guatemala bakal mengalami kerugian besar jika nekat melakukan tindakan tersebut. Sebab, 90 persen pendapatan Guatemala diperoleh dari ekspor kapulaga ke negara-negara Arab.

Kendati demikian, Menteri Luar Negeri Guatemala, Sandra Jovel, sama sekali tidak terpengaruh dengan ancaman tersebut. Dia mengakui jika ekspor kapulaga ke negara-negara Arab menyumbang 0,37 persen pendapatan Guatemala. Namun, dia seolah tidak khawatir dengan ancama pemboikotan tersebut. “Ini bukan masalah yang harus dipikirkan terlalu serius,” kata Sandra Jovel seperti dilansir Al Arabiya.

Saat ini, Riyad Al Malki tengah berkomunikasi dengan sejumlah negara yang berniat memindahkan kantor kedutaan besar ke Yerusalem. Dia diperintahkan oleh Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, untuk mencegah hal itu terjadi. Sejauh ini, negara anggota Geranan Non-Blok dan Uni Afrika menyatakan tidak akan memindahkan kantor kedutaan mereka ke Yerusalem meski terus mendapat tekanan dari Amerika Serikat dan Israel.

Selain itu, pemerintah Palestina juga telah mengajukan permohonan kembali untuk menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pemerintah berharap menjadi anggota PBB membawa angin segar bagi negara Palestina yang selama ini dilanda konflik berkepanjangan dengan Israel.

 

Editor: | dalam: Internasional |
Menarik Juga »