Donald Trump Ancam Hentikan Bantuan untuk Palestina

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (JIBI/Reuters/Yuri Gripas)Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (JIBI/Reuters/Yuri Gripas)

Donald Trump mengancam menghentikan dana bantuan ke Palestina.

Harianjogja.com, WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam menghentikan dana bantuan ke Palestina. Ancaman itu disampaikan lantaran Palestina dianggap tidak menyambut baik rencana perundingan damai dengan Israel.

Selama ini, Donald Trump terus menyoroti buntunya proses perdamaian antara dua negara yang bersengketa itu. Dia mengatakan pihaknya telah memberikan banyak bantuan kepada Palestina. Namun menurutnya  Pemerintah Palestina justru tidak menunjukkan rasa hormat kepada Amerika Serikat.

“Kami menggelontorkan ratusan juta dolar setiap tahun untuk Palestina. Tapi, kami sama sekali tidak dihargai. Mereka bahkan tidak mau melakukan perundingan damai dengan Israel. Lantas, mengapa kami harus memberikan bantuan kepada mereka?” ungkap Donald Trump melalui akun Twitter pribadinya, @realDonaldTrump, seperti dilansir BBC, Rabu (3/1/2018).

Kicauan Donald Trump merupakan lanjutan dari pernyataan Duta Besar Amerika Serikat untuk Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), Nikki Haley. Beberapa waktu lalu, Nikki Haley menyebut Amerika Serikat bakal berhenti menyumbangkan dana kepada badan PBB yang menangani pengungsi Palestina. Padahal, selama ini Amerika Serikat tercatat sebagai penyumbang terbesar.

Pada 2016 lalu, pemerintah Amerika Serikat menyumbangkan dana sebesar US$370 juta setara Rp5 triliun untuk lembaga tersebut. Jumlah ini mencapai 30 persen dari seluruh pendanaan lembaga itu.

“Presiden Donald Trump menegaskan tidak mau memberi tambahan, atau bahkan menghentikan sumbangan sampai Palestina sepakat kembali ke meja perundingan. Sampai saat ini, mereka tidak mau berunding, tapi tetap meminta bantuan. Jadi, terpaksa kami menghentikan bantuan agar mereka mau melakukan perundingan damai,” ungkap Nikki Haley.

Sikap Palestina yang enggan melakukan perundingan damai ini erat kaitannya dengan keputusan Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel awal Desember 2017 lalu.

Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, kecewa berat dengan tindakan Donald Trump yang melukai hati rakyat. “Amerika Serikat adalah mediator yang tidak jujur dalam proses perdamaian. Mereka mengakui Yerusalem sebagai milik Israel. Padahal, Yerusalem selamanya ibu kota Palestina,” ungkapnya.

Selain Palestina, Amerika Serikat juga membekukan dana bantuan untuk Pakistan. Hal ini dilakukan lantaran Pakistan dinilai melindungi teroris yang menyerang pasukan Amerika Serikat di Afghanistan. Pernyataan ini muncul setelah Donald Trump menuding Pakistan berkhianat kepada Amerika Serikat.

“Pemerintah membekukan dana bantuan sebesar US$255 juta atau sekitar Rp3,5 triliun untuk Pakistan. Hal ini dilakukan lantaran Pakistan berbuat licik. Mereka bekerja sama dengan kami, namun juga melindungi teroris yang menyerang pasukan kami di Afghanistan,” tuturnya.

Editor: | dalam: Internasional |
Menarik Juga »