PBSI Bakal Bongkar Pasang Ganda Putri

Greysia Polii/Apriani Rahayu (Badmintonindonesia.org)

Ganda putri Indonesia akan dirombak demi prestasi.

Harianjogja.com, JAKARTA – Pelatih ganda putri PBSI, Eng Hian, mengevaluasi kinerja skuatnya sepanjang 2017 kemarin. Hasilnya, ia kemungkinan akan membongkar sejumlah pasangan ganda putri yang sudah ada.

Eng mungkin terinspirasi dengan hasil yang ditorehkan Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Pasangan tersebut memang awalnya pasangan sementara lantaran pasangan sesungguhnya Greysia, Nitya Krishinda Maheswari, mengalami cedera. Greysia/Apiyani justru bisa berprestasi.

Greysia/Apriyani sendiri sudah menggondol gelar di Thailand Open Grand Prix Gold 2017 dan French Open Super Series 201. Padahal keduanya belum genap setahun dipasangkan. Pekan lalu mereka bahkan sempat masuk jajaran ganda putri elit di Top 10 dunia.

“Target utama tahun ini adalah ingin mempertahankan medali emas Asian Games. Apalagi Indonesia jadi tuan rumah, tentu kami ingin memberikan yang terbaik, mudah-mudahan kami bisa mempertahankan gelar di tengah persaingan ganda putri saat ini yang memang cukup ketat,” ujar Eng seperti dikutip dari Badmintonindonesia.org, Kamis (4/1/2018).

“Kuota pasangan ganda putri di Asian Games hanya dua pasang, tetapi saya harus mempersiapkan tiga sampai empat pasangan. Akan dilihat lagi siapa yang mampu bersaing memperebutkan tiket ke Asian Games 2018,” tambahnya.

“Saya masih mau pantau hasil di turnamen bulan Januari. Kalau juara ya buat apa dirombak lagi. Alasan saya ingin bongkar pasang ini kan karena hasilnya tidak sesuai dengan ekspektasi,” pungkas Eng.

Saat ini skuat ganda putri utama diisi oleh Greysia Polii, Apriyani Rahayu, Anggia Shitta Awanda, Ni Ketut Mahadewi Istarani, Della Destiara Haris, Rizki Amelia Pradipta, Nitya Krishinda Maheswari, Yulfira Barkah, Rosyita Eka Putri Sari dan Meirisa Cindy Sahputri.

Sedangkan tim pratama terdiri dari Siti Fadia Silva Ramadhanti, Agatha Imanuela, Jauza Fadhila Sugiarto, Ribka Sugiarto, Tania Oktaviani Kusumah. Vania Arianti Sukoco, Febriana Dwipuji Kusuma dan Serena Kani.

Editor: | dalam: Raket |
Menarik Juga »