PERSIS SOLO
Sisi Kanan Masih Rawan

Bek Persis Solo, Asyraq Ghufron (tengah), menyambut rekannya, Rudiyana, yang baru saja mencetak gol saat laga tunda melawan PSIR Rembang di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Senin (4/9/2017). (JIBI/Solopos/Chrisna Chanis Cara)

Persis Solo harus mendatangkan amunisi untuk memperkuat sisi kanan.

Harianjogja.com, SOLO — Persis Solo masih menyisakan lubang di sisi kanan yang perlu ditambal jelang kompetisi Liga 2 musim depan. Hengkangnya Akbar Riansyah dan belum kunjung jelasnya kontrak Dedi Cahyono membuat lini kanan cenderung jomplang dibanding sisi kiri dalam formasi tim.

Dalam formasi 4-4-2 musim lalu, Akbar sebagai bek kanan biasa ditandemkan bareng Dedi Cahyono yang berposisi sayap kanan. Duet ini cukup efektif untuk mendukung mobilitas serangan maupun bertahan. Soni Setiawan memang bisa ditempatkan di bek kanan menggantikan Akbar. Namun hal ini kurang ideal mengingat posisi asli Soni adalah bek kiri.

Hingga kini baru ada Ade Fanny sebagai bek kanan murni di skuat Laskar Sambernyawa. Musim lalu Ade sempat diturunkan dua kali yakni saat melawan PSS Sleman dan PSMS Medan. Performanya saat melawan PSS di Stadion Maguwoharjo, 10 Oktober 2017, mengundang pujian meski pemain 19 tahun itu hanya bermain 53 menit.

Minimnya jam terbang Ade Fanny jelas riskan jika tak ditopang pemain lain yang berpengalaman. Apalagi Persis baru memiliki sosok Roni Saputro, pemain 19 tahun, yang bisa bertandem dengan Ade di lini kanan tim. Meski posisi aslinya striker, Roni bisa diplot sebagai winger kanan. Namun kombinasi itu belum pernah sekalipun dicoba di partai resmi.

Wakil Presiden Pasoepati, Ginda Ferachtriawan, mendesak Persis serius memikirkan stok pemain baru di posisi bek kanan dan sayap kanan. Menurut Ginda, materi di lini kanan masih perlu ditingkatkan. Terlebih Persis sudah memperkuatkan sisi kiri dengan mendatangkan winger Jalwandi dari Cilegon United. Dia menyebut kombinasi Jalwandi-Soni Setiawan harus diimbangi mobilitas tinggi di sisi kanan.

“Kami melihat Ade dan Roni pemain potensial, tapi belum cukup berpengalaman untuk dipasang sebagi starter. Kami yakin Persis sudah melihat hal ini,” ujar Ginda saat dihubungi Solopos.com, Selasa (2/1/2018).

Ginda meminta Persis segera mengamankan tandatangan Dedi untuk musim depan. Dia menyebut Dedi sudah terbukti mampu menghidupkan lini kanan Persis. Dia menilai nominal kontrak mestinya tidak perlu diperdebatkan jika Dedi memang sesuai kebutuhan tim. “Kalau memang sudah tak mungkin deal ya segera cari pengganti. Kami pikir Irkham Zahrul Mila layak dipertimbangkan,” kata dia.

Media Officer Persis, Budi Cahyono, mengatakan Roni dan Ade punya kualitas untuk bersaing sebagai starter musim depan. Pihaknya yakin kedua pemain muda itu akan terus berkembang di masa mendatang. “Yang jelas manajemen mengontrak pemain bukan untuk menjadi pemain cadangan, tapi bersaing untuk tim inti,” tegasnya.

 

Editor: | dalam: Indonesia |
Menarik Juga »