Hadapi UASBN, SD Diimbau Tak Perlu Tambahan Jam Pelajaran

Ilustrasi siswa SD ujianIlustrasi siswa SD ujian (Dok/JIBI/Solopos)

Guru diminta memaksimalkan jam pelajaran yang ada

Harianjogja.com, JOGJA-Dinas Pendidikan Kota Jogja mengimbau kepada Sekolah Dasar (SD) tidak memberikan tambahan jam pelajaran untuk menghadapi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) yang direncanakan delapan mapel. Guru didorong untuk dapat memaksimalkan jam pelajaran yang sudah ada agar tidak membebani siswa.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Jogja Budi Asrori menyatakan, pelaksanaan USBN 2018, meski dengan ada tambahan beberapa mapel dinilai sudah dipersiapkan setiap sekolah karena termasuk dalam ujian sekolah yang menjadi agenda rutin. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau kepada sekolah sebaiknya tidak perlu menambah jam pelajaran atau les untuk mapel tersebut agar tidak memberatkan siswa.

“Sebetulnya kalau tambahan jam pelajaran itu nggak perlu, kita sudah menyiapkan materi untuk mempersiapkan ujian tahunan secara rutin sudah disiapkan,” terangnya kepada Harianjogja.com, Sabtu (6/1/2018).

Baca juga : Juknis Jumlah Mapel UASBN Berbasis Komputer Harus Tegas

Budi menyadari, meski prosedur operasional standar (POS) USBN yang lebih detail dari pusat belum turun, ia meyakini semua sekolah sudah mempersiapkan diri sejak awal. Meski demikian, jika ada sekolah yang telah memiliki kesepakatan memberikan tambahan jam pelajaran, pihaknya tak bisa melarang.

“Kalau memang ada, kami tidak melarang, karena sekolah yang lebih mengetahui kemampuan siswa. Tetapi kami merasa persiapan dengan jam pelajaran yang ada sudah cukup,” ujar dia.

Editor: | dalam: Pendidikan |
Menarik Juga »