DBD Paling Sering Terjadi di Daerah Densitas Tinggi

Ilustrasi nyamuk penyebar demam berdarah. (JIBI/Solopos/Dok.)Ilustrasi nyamuk penyebar demam berdarah. (JIBI/Solopos/Dok.)

Masyarakat harus menjalankan gerakan masyarakat sehat

Harianjogja.com, SLEMAN-Kasus demam berdarah dengue (DBD) biasanya terjadi di daerah dengan densitas tinggi.

Kepala Dinkes Sleman Nurulhayah mengungkapkan, untuk wilayah Sleman sendiri kasus DBD paling banyak juga terjadi di daerah-daerah dengan tingkat kepadatan penduduk tinggi. Daerah itu misalnya Kecamatan Depok, Mlati, Ngaglik, atau Gamping. Meski begitu, level endemik setiap wilayah berbeda-beda. “Warga harus tetap waspada,” pintanya, Kamis (11/1/2018).

Baca juga : Meski Kasus DBD Turun, Warga Tetap Harus Waspada

Dia mengimbau agar masyarakat senantiasa menjalankan gerakan masyarakat sehat, yang sampai sekarang terus disosialisasikan. Nurulhayah menilai, gerakan itu sudah semakin luas dilaksanakan oleh warga.

“Warga sudah mulai menerapkan pola hidup sehat dan bersih. Kebersihan lingkungan baik dalam maupun luar rumah sudah dilakukan. Termasuk gerakan PSN dan PJB terus dilakukan masyarakat,” ujarnya.

Editor: | dalam: Sleman |
Menarik Juga ยป