Tertangkap di Sragen, Begini Kondisi 2 Perampok Tertembak di Pasar Legi Solo

Dua polisi berjaga di pintu masuk IGD RSU Mardi Lestari Sragen saat dua tersangka perampok spesialis nasabah bank jaringan Jatim mendapat perawatan medis, Kamis (11/1/2018) sore. (Kurniawan/JIBI/Solopos)Dua polisi berjaga di pintu masuk IGD RSU Mardi Lestari Sragen saat dua tersangka perampok spesialis nasabah bank jaringan Jatim mendapat perawatan medis, Kamis (11/1/2018) sore. (Kurniawan/JIBI/Solopos)

Dua perampok nasabah bank di Malang, Jatim, tertangkap di Sragen.

Harianjogja.com, SRAGEN — Dua perampok jaringan Jawa Timur (Jatim) yang beraksi di Malang tertangkap di Duyungan, Sidoharjo, Sragen, Kamis (11/1/2018) pagi. Saat ditangkap, keduanya dalam kondisi nyaris pingsan karena luka tembak di kaki.

Luka itu didapat saat mereka dikejar dan ditangkap di Pasar Legi, Solo, pada hari yang sama. Saat itu di Pasar Legi, Solo, polisi berhasil mengejar tiga orang perampok yang menyasar nasabah bank tersebut.

Salah satu dari tiga perampok itu yang berinisial P tertangkap dengan luka tembak di kedua kaki dan sedang dalam perawatan di rumah sakit Kota Solo. Sedangkan dua rekannya melarikan diri ke arah Sragen lalu tertangkap polisi di Duyungan. (Baca: Dor, Polisi Tembak Perampok yang Kabur di Pasar Legi Solo)

Dua perampok yang tertangkap di Sragen tersebut yaitu S dan R, keduanya warga Sidoharjo, Jatim. Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman, mengatakan S dan R ditangkap di sekitar tempat permakaman umum (TPU).

“Begitu mendapat informasi mereka masuk Sragen kami langsung melakukan penyisiran, alhamdulillah dapat. Mereka kami tangkap dan bawa ke rumah sakit,” ujar dia.

Arif menerangkan S dan R langsung dibawa ke RSU Mardi Lestari Sragen di depan Mapolres Sragen lantaran mengalami luka tembak di kaki. S dan R masing-masing terkena satu tembakan di kaki.

“Mereka sedang mendapat perawatan petugas medis. Kami belum sempat menginterogasi,” imbuh dia.

Arif menjelaskan kondisi dua tersangka nyaris pingsan saat ditangkap polisi karena kehilangan banyak darah. “Masih bisa berdiri dan jalan, tapi tertatih-tatih,” sambung dia.

Arif menyatakan saat ditangkap dua tersangka tidak melakukan perlawanan. “Setelah ini mereka kami serahkan tim Polresta Solo. Kami hanya menangkap,” kata dia.

Disinggung ihwal barang bukti (BB) yang disita, Arif menyebut ada sepeda motor Honda Tiger, tas, dan belasan paku hitam yang digunakan pelaku saat beraksi. Kasatreskrim Polresta Solo, Kompol Agus Puryadi, saat diwawancarai wartawan mengatakan tersangka P, S, dan R, diduga kuat pelaku perampokan di sejumlah daerah.

Informasi sementara yang mereka dapat, ketiga tersangka telah beraksi di Tulungagung, Kediri, Sidoharjo, dan Malang. Sebelum disergap di Solo, tersangka sempat ke Purworejo.

Tapi Agus belum mendapat informasi ihwal aksi para tersangka di Purworejo. “Mereka sempat ke Purworejo. Coba nanti kami koordinasi dengan [Polres] Purworejo,” terang dia.

Menurut Agus, S dan R yang ditangkap di Sragen akan dibawa ke Solo setelah mendapat perawatan medis. Setelah terkumpul di Solo, mereka akan dikirim ke Malang.

Tapi proses itu dapat dilakukan bila kondisi fisik ketiga tersangka memungkinkan. “Ini sudah nggawing [kritis] dua-duanya [tersangka],” papar Agus.

Dia menguraikan beberapa hari terakhir para tersangka telah diburu tim Polresta Malang. Mereka masuk wilayah Polresta Solo Kamis pagi lalu mengarah ke Pasar Legi.

Para tersangka mengendarai dua sepeda motor, Honda Tiger dan Yamaha NMax. Saat berada di Pasar Legi itulah para tersangka disergap lima personel Polresta Malang.

Tapi para tersangka nekat melarikan diri sehingga polisi terpaksa menembak mereka. Dari penembakan tersebut, P terjatuh dan ditangkap aparat.

Namun, S dan R berhasil melarikan diri kendati polisi berhasil menyarangkan timah panah di kaki mereka. S dan R berhasil lolos karena mengendarai sepeda motor.

Dengan sepeda motor mereka bisa bermanuver di tengah keramaian. “Untuk penembakan oleh polisi terhitung bagus. Semua kena sasaran, tak ada yang nyasar.” urai dia.

Agus menerangkan tindakan tegas berupa penembakan tersangka dilakukan lantaran polisi mendapat informasi para tersangka membawa senjata api (senpi). Ihwal barang bukti yang disita polisi di Solo ada sepeda motor Yamaha NMax dan uang tunai di jok kendaraan.

Sedangkan senpi tidak ditemukan, baik di Solo dan Sragen. Menurut Agus, para tersangka adalah perampok spesialis nasabah bank. Modus mereka dengan menggembosi ban kendaraan dan membuntuti nasabah yang sedang mereka incar.

“Sebelum kendaraan keluar dari bank bannya dipasangi paku sehingga saat mobil dalam perjalanan ban kempes, penumpang turun, lalu langsung disergap,” kata dia.

Editor: | dalam: Peristiwa |
Menarik Juga »