KECELAKAAN SEMARANG
Jasa Raharja Jemput Bola Santuni Korban Tabrakan Maut di Manyaran

Suasana lokasi kecelakaan di Jl. Abdul Rahman Saleh, Kelurahan Manyaran, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Jateng, Rabu (10/1/2018). (Facebook.com-Tri Sugiarto)Suasana lokasi kecelakaan di Jl. Abdul Rahman Saleh, Kelurahan Manyaran, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Jateng, Rabu (10/1/2018). (Facebook.com-Tri Sugiarto)

Kecelakaan yang dipicu truk yang kehilangan kendali sehingga menabrak warung di Manyaran disikapi proaktif oleh Jasa Raharja Semarang.

Harianjogja.com, SEMARANG — PT Jasa Raharja Perwakilan Semarang, Kamis (11/1/2018), menyerahkan santunan bagi dua korban tewas akibat kecelakaan maut di kawasan Manyaran, Kota Semarang. Tabrakan maut itu dipicu truk yang kehilangan kendali saat melaju di Jl. Abdul Rahman Saleh, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Rabu (10/1/2018) sekitar pukul 16.00 WiB,

Kepala Jasa Raharja Perwakilan Sematang mengatakan bahwa pihaknya menyerahkan uang santunan masing-masing senilai Rp50 juta kepada ahli waris. Kedua korban tewas dalam kejadian itu adalah Sulistyowati, 48, warga Kembang Arum, Kota Semarang, dan Risda pelajar SMPN 19 Kota Semarang.

Selain korban tewas, Jasa Raharja juga memberikan santuanan senilai Rp20 juta kepada masing-masing korban luka. “Jasa Raharja menerapkan sistem jemput bola dengan mendatangi rumah korban sehingga pembayaran bisa dilakukan lebih cepat,” katanya.

[Baca juga Polisi Pastikan Tabrakan Maut di Manyaran Telan 2 Nyawa]

Sebagaimana diberitakan Semarangpos.com, dua orang tewas setelah sebuah truk kehilangan kendali saat melaju di Jalan Abdul Rahman Saleh, Kota Semarang, Rabu, sehingga manabrak sejumlah kendaraan bermotor serta sebuah warung. Panit Kecelakaan Lalu Lintas Polrestabes Semarang, Ipda Sujid, menjelaskan bahwa korban tewas merupakan warga yang saat kejadian berada di tepi jalan dan di dalam warung. “Pengemudi truk berpelat nomor L 9976 UQ diduga tidak menguasai jalan menurun,” katanya.

Kondisi rem truk pengangkut plastik gulung yang biasa digunakan untuk spanduk berbahan baku vinil atau MMT (methylcyclopentadienyl Manganese tricarbony) itu juga diduga mengalami masalah pada sistem pengereman. Akibat kecelakaan maut di kawasan Manyaran, Kota Semarang itu, tim Basarnas Kantor SAR Semarang harus bersusah payah mengevakuasi korban di reruntuhan warung yang diseruduk truk tersebut.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Editor: | dalam: Semarang |
Menarik Juga »